Bursa Incar 5.000 Investor Syariah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Tempo/Aditia Noviansyah

    Petugas mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Pekan ini Bursa Efek Indonesia menggelar Festival Pasar Modal Syariah. Festival yang akan digelar pada 30 Maret-2 April 2016 di gedung BEI itu mengambil tema “Yuk Nabung Saham Syariah”. 

    Direktur BEI Bidang Pengembangan Nicky Hogan mengatakan tujuan utama festival itu ialah menambah jumlah investor pasar modal syariah. "Kami juga ingin meningkatkan pemahaman masyarakat," katanya di gedung BEI, Jakarta, Senin, 28 Maret 2016. 

    Selama ini, menurut Nicky, masyarakat masih terpaku pada paradigma menabung di bank atau saving money. Ia berharap, dengan kehadiran festival pasar modal, masyarakat lebih aktif lagi, dengan cara menjadi investor.

    Sepanjang festival nanti, akan ada rangkaian acara berupa talk show yang diramaikan 51 perusahaan tercatat penerbit saham syariah dan sukuk serta perusahaan efek. Bukan hanya itu, ucap Nicky, pengunjung juga bisa langsung bertransaksi dan membeli produk pasar modal syariah, seperti saham dan reksadana.

    Baca Juga: Pertamina Perbanyak SPBU COCO Tahun Ini

    Bursa menargetkan 6.000 pengunjung mendatangi festival pasar modal syariah. Dari target itu, Nicky berharap ada pengunjung yang tertarik menjadi investor. "Kami melihat tidak semua pengunjung langsung jadi investor." 

    Sepanjang 2016, BEI menargetkan 5.000 investor pasar modal syariah bisa terjaring. Selain menggelar festival pasar modal, BEI mengaktifkan kembali sekolah pasar modal yang dibuka per pekan. "Rata-rata peserta yang hadir 30-50 orang dan biasanya ada peserta yang langsung buka rekening," ucapnya.

    Menurut dia, antusiasme masyarakat terjun ke pasar modal mulai terlihat. Tahun lalu, pertumbuhan jumlah investor syariah naik 76 persen dari sekitar 2.000 menjadi 4.908 investor berdasarkan single investor identification (SID). Sedangkan dari jumlah saham syariah, baru ada peningkatan 34 persen dari semula 237 saham pada 2011 menjadi 318 saham per tahun lalu.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.