Forum Doktor UI Kritik Keputusan Jokowi Soal Blok Masela  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Blok Masela. http://maritim.go.id/

    Blok Masela. http://maritim.go.id/

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo siang tadi menerima Forum Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, sejumlah doktor sempat menyampaikan kritik mengenai keputusan Presiden yang memilih skema darat dalam pengelolaan Blok Masela.

    "Masela harus dilihat dari aspek pertahanan juga. Tadinya saya berargumentasi, jika Masela di laut, deterrent effect-nya akan lebih besar," kata Sekretaris Jenderal FDIP UI Connie Rahakundini Bakrie setelah bertemu dengan Jokowi di Kantor Presiden, Senin, 28 Maret 2016.

    Setelah mendengarkan kritik itu, ucap Connie, Presiden mengaku mengambil keputusan itu setelah berbicara langsung dengan rakyat. Menurut dia, Presiden memilih skema darat karena rakyat yang menginginkan itu. "Beliau langsung turun ke masyarakat. Presiden menanyakan, kenapa mau di darat? Mereka jawab, bisa urus pasir, bata," tutur Connie menirukan Jokowi.

    Baca: Akhirnya, Jokowi Putuskan Blok Masela Gunakan Skema Onshore 

    Selain itu, FDIP memberikan masukan kepada Presiden Jokowi agar meningkatkan strategi pertahanan, sehingga Masela nantinya menjadi obyek vital dan terjaga dengan baik. Connie mengatakan FDIP mengingatkan Presiden agar ke depan jangan sampai Indonesia dirugikan. "Jangan sampai Masela dieksplor belakangan dibanding Barosa. Barosa mulai tahun depan akan beroperasi, dan jaraknya hanya 300 km, sehingga kemungkinan gas dikuasai Australia lebih besar," ucapnya.

    Presiden, ujar Connie, juga diingatkan agar memikirkan mengenai ketahanan dan pertahanan daerah dalam membangun multiproject di Masela. Selain itu, masalah adat yang terkait dengan pembebasan tanah harus diperhatikan, supaya tidak memicu konflik. "Pak Presiden mencatat sebagai hal yang penting," tuturnya.

    Selain Blok Masela, isu revolusi mental, visi Indonesia, dan Blok Natuna menjadi bahan diskusi antara Presiden dan FDIP. Anggota forum ini antara lain Fred Ndolu (ketua), Donny Tjahja Rimbawan (sekretaris), Meita Istianda (bendahara), dan Ibnu Khaldun. Pertemuan itu berlangsung sekitar satu setengah jam.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.