Bangun Kilang Masela di Darat, Jokowi Dipuji PAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) bersama Ketua Majelis Penasehat Partai Soetrisno Bachir (tengah) dan Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais bersiap mengikuti Rapimnas II 2016 di Jakarta, 27 Maret 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) bersama Ketua Majelis Penasehat Partai Soetrisno Bachir (tengah) dan Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais bersiap mengikuti Rapimnas II 2016 di Jakarta, 27 Maret 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang menetapkan pembangunan kilang minyak Blok Masela di Maluku Selatan dengan mekanisme darat.

    Menurut dia, keputusan tersebut dinilai sangat tepat dengan kondisi wilayah dan masyarakat di sana.

    "Alhamdulillah, Presiden memperhatikan keinginan rakyat Maluku. Saya sangat apresiasi itu," katanya sesaat sebelum membuka Rapat Pimpinan Nasional PAN di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, 27 Maret 2016.

    Zulkifli berujar, keputusan pembangunan di darat tersebut dapat menimbulkan efek ekonomi yang baik bagi warga Maluku Selatan. "Skema pembangunan di darat itu bakal memberi manfaat luar biasa, akan ada Balikpapan baru, akan ada industri baru," ucapnya.

    Tidak hanya itu, Zulkifli menegaskan bahwa pembangunan kilang di darat itu akan memberikan kemakmuran kepada rakyat Maluku. Sebab, jika dibangun di laut, kilang tersebut tidak akan berimbas besar kepada masyarakat. "Sumber alam itu kan untuk kemakmuran rakyat. Nah, pembangunan di darat ini sangat tepat," tuturnya.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan pengelolaan eksplorasi gas Blok Masela di Maluku Selatan dengan mekanisme darat atau onshore. "Dari kalkulasi, perhitungan, dan pertimbangan-pertimbangan yang sudah saya hitung, kita putuskan membangun di darat," kata Jokowi saat mengumumkan keputusan itu di Bandar Udara Supadio, Kalimantan Barat, 23 Maret 2016.

    Jokowi menyatakan keputusan itu dibuat setelah mendengar banyak pertimbangan dan masukan berbagai pihak. Presiden menuturkan skema onshore diambil dengan pertimbangan bahwa proyek Blok Masela merupakan proyek jangka panjang yang bernilai ratusan triliun rupiah. "Tidak hanya 1 tahun, 2 tahun, 10 tahun, atau 15 tahun, tapi sangat panjang, menyangkut ratusan triliun rupiah," ucapnya.

    ABDUL AZIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.