Kamis, 15 November 2018

Ini Alasan Pemerintah Potong Anggaran Perubahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sofyan Djalil. TEMPO/Subekti

    Sofyan Djalil. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COPalu - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 akan dikurangi. Hal ini disampaikan Sofyan di depan kepala daerah di seluruh Sulawesi. 

    "Berbeda dengan tahun lalu, APBN-P 2016 bukan menambah, malah menurun, karena ekonomi dunia sangat sulit," ujar Sofyan ketika membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Sulawesi di Hotel Mercure Palu, Minggu malam, 27 Maret 2016.

    Sofyan menjelaskan, hal itu dipengaruhi penurunan ekonomi dunia. Dengan demikian, besaran dana transfer ke daerah juga akan dikoreksi. 

    Presiden Joko Widodo mengatakan selama ini banyak anggaran yang tak tepat sasaran karena koordinasi antar-instansi yang kurang rapi. Misalnya membangun waduk, tapi saluran irigasi tak dibangun. Untuk itu, menurut Sofyan, Bappenas akan menginisiasi model pembangunan holisitik tematik, yakni pembangunan tiap program prioritas akan dilakukan secara keroyokan dengan beberapa instansi terkait. 

    Sejauh ini, pemerintah memperkirakan kekurangan pendapatan negara untuk 2016 mencapai Rp 250 triliun. Karena itu, pemerintah akan mengajukan APBN-P 2016 dengan melakukan pemotongan-pemotongan belanja negara. 

    Sebelumnya, pemberlakuan tax amnesty diperkirakan bisa menambah pendapatan negara Rp 70-100 triliun. Namun belum diberlakukannya rancangan undang-undang ini membuat pemerintah akan realistis APBN-P tanpa tax amnesty

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.