Kapal Cina Masuk Natuna, Yusril: Masalah Serius

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 10 kapal asing ditenggelamkan oleh petugas KKP dan TNI AL di Batam, Kepulauan Riau, 22 Februari 2016. Penenggelaman ini dilakukan secara serentak di sejumlah daerah. ANTARA/M N Kanwa

    Sebanyak 10 kapal asing ditenggelamkan oleh petugas KKP dan TNI AL di Batam, Kepulauan Riau, 22 Februari 2016. Penenggelaman ini dilakukan secara serentak di sejumlah daerah. ANTARA/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menanggapi masuknya kapal asing dari Cina Kway Fey 10078, yang memasuki perairan di Kepulauan Natuna. Menurut Yusril, hal tersebut harus diwaspadai oleh Pemerintah Indonesia, karena merupakan salah satu ambisi Cina untuk membangun armada militer yang kuat.

    Yusril jug mengaitkan penetrasi Cina itu dengan banyaknya pekerja buruh Cina yang bekerja di Indonesia seiring banyaknya investasi negara itu. Masalah ini sangat serius karena membawa dampak politik yang besar terhadap negara Indonesia.

    "Jadi sebaiknya insiden itu harus membuat pemerintah berpikir ulang tentang hubungannya dengan Cina. Dan juga dominasi Cina yang semakin menguat. Tidak hanya di ekonomi tapi juga secara penetrasi politik wilayah, dan itu dampaknya besar terhadap Indonesia" kata Yusril Ihza Mahendra di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu 26 Maret 2016.

    Baca Juga: Masalah Kapal Ikan, Menteri Retno Kirim Nota Protes ke Cina  

    Yusril berujar, masuknya kapal Cina ke dalam wilayah perairan Natuna tersebut sudah pernah ia sampaikan kepada pemerintah sekitar empat  bulan yang lalu. Ia mengingatkan Indonesia akan adanya klaim serius Cina atas Laut Cina Selatan.

    Dampak itu menurut Yusril sudah dirasakan oleh beberapa negara di Asia seperti Malaysia, Vietnam, dan Bruney. Bahkan Filipina wilayahnya sudah dicaplok oleh Cina. "Tapi saya kan diketawain, dibully habis-habisan. Seolah kita tidak mengakui itu. Sementara kita ini negara kepulauan."

    Pada Sabtu 19 Maret 2016 lalu, Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan Hiu 11 mendeteksi adanya pergerakan kapal ikan Cina Kway Fey 10078 ketika sedang berpatroli di perairan Natuna. Pada pukul 14.15 di hari yang sama, kapal tersebut berada di koordinat 5 derajad lintang utara dan 109 derajad bujur timur, yang masih berada di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Karena pelanggaran itu Hiu 11 melakukan pengejaran dengan melepaskan tembakan tapi kapal Kway Fey 10078 berhasil melarikan diri.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.