Selain Myanmar, BNI Juga Akan Ekspansi ke Negara ASEAN Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah mengisi slip rekening di Bank BNI, Kebun Sirih, Jakarta, (18/5). PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memberikan layanan perbankan kepada nasabah selama cuti bersama. Layanan yang diberikan bersifat terbatas dan dilakukan melalui outlet-outlet khusus di sejumlah lokasi tertentu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Nasabah mengisi slip rekening di Bank BNI, Kebun Sirih, Jakarta, (18/5). PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memberikan layanan perbankan kepada nasabah selama cuti bersama. Layanan yang diberikan bersifat terbatas dan dilakukan melalui outlet-outlet khusus di sejumlah lokasi tertentu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), Achmad Baiquni, mengatakan selain Myanmar, pihaknya juga mengincar negara-negara lain untuk ekspansi ke Asia Tenggara. Namun, ia belum mau menyebutkan  lebih lanjut.

    "Ada beberapa negara, belum bisa disebutkan, karena masih awal," kata Baiquni saat ditemui pada acara gerakan penanaman 10 ribu pohon di kilometer 59 tol Jakarta-Cikampek, Sabtu 26 Januari 2016.

    Baiquni melanjutkan ekspansi dilakukan tergantung potensi bisnis yang ada. Myanmar dipilih salah satu alasannya karena banyak BUMN lain yang juga akan ekspansi ke sana. "Nah kami harus mengikuti juga nasabah-nasabah kami itu."

    Baca: KPK Kawal Megaproyek Kilang Pertamina

    Mengenai potensi bisnis yang disebutkan, Baiquni menjelaskan bahwa itu berarti BNI sudah menghitungnya. "Kenapa kami melihat bisnis yang kita garap? Karena itu yang akan menghasilkan revenue," ujarnya.

    Ia juga berharap ekspansi bisnis BNI ke Myanmar bisa segera dilakukan pada tahun ini. Target sasaran yang akan diincar di Myanmar, menurut Baiquni adalah trade finance dan local loan.

    BNI dan Bank Mandiri sedang bersiap melakukan ekspansi bisnis ke pasar ASEAN, karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera membuat kesepakatan bilateral dengan Central Bank of Myanmar dan Bank Negara Malaysia.

    DIKO OKTARA


     

     




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?