Rini: Jika Investor Tak Mau Onshore, BUMN Siap Kelola Masela  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat dengan Pansus Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri BUMN Rini Soemarno menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat dengan Pansus Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan badan usaha milik negara yang ada siap mengelola blok Masela. "Kami dari BUMN siap," kata Rini saat ditemui dalam acara gerakan penanaman 10 ribu pohon di Kilometer 59 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu, 26 Maret 2016.

    Rini menuturkan posisi pengelolaan blok Masela sekarang berada pada investor. Namun, kata Rini, jika investor tidak mau mengikuti keputusan Presiden Joko Widodo tentang pengelolaan onshore atau di darat, pihaknya siap menggantikan.

    Ketika ditanyakan apakah PT Pertamina yang akan masuk dalam proyek itu, Rini hanya menjawab singkat, "Ya kemungkinan (masuk), insya Allah, kami berharapnya begitu, belum tahu."

    Investor yang akan mengelola kilang gas alam di Masela adalah perusahaan asal Jepang, Inpex, dan mitranya asal Belanda, yaitu Shell. Pemerintah Indonesia meneken kontrak bagi hasil dengan dua perusahaan itu pada 1998, dengan waktu pengelolaan sampai 2028.

    Inpex dan Shell telah mengajukan rencana pembangunan blok Masela dengan skema kilang gas alam cair di lepas pantai. Namun Senior Manager Communication and Relation Inpex Usman Slamet masih enggan berkomentar soal ini.

    Usman mengaku pihaknya masih menunggu pemberitahuan resmi atas usulan revisi plan of development dari pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sedangkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Amien Sunaryadi menyatakan Inpex dan Shell tetap meneruskan investasinya di blok Masela.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.