Penyelundupan 1.220 Kura-Kura Moncong Babi Digagalkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas menunjukkan barang bukti berupa kura-kura moncong babi di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 22 Februari 2016. Sebanyak  3.737 ekor kura-kura moncong babi dan 883 ekor kura-kura leher panjang berhasil diamankan petugas. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Seorang petugas menunjukkan barang bukti berupa kura-kura moncong babi di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 22 Februari 2016. Sebanyak 3.737 ekor kura-kura moncong babi dan 883 ekor kura-kura leher panjang berhasil diamankan petugas. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas keamanan Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua menggagalkan upaya penyelundupan ribuan ekor kura-kura moncong babi ke Jakarta menggunakan jasa penerbangan pesawat Sriwijaya Air, Kamis, 24 Maret 2016.

    Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika Yohan Frans Mansay mengatakan jumlah kura-kura moncong babi yang hendak diselundupkan ke Jakarta itu sebanyak 1.220 ekor.

    Ribuan kura-kura itu dikemas dalam dua buah karton. "Seorang berinisial S menerima telepon dari seseorang bahwa ada barang yang mau dikirim ke Jakarta menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Lalu S membawa masuk barang tersebut ke dalam terminal Bandara Timika. Setelah melalui pintu X Ray, petugas mencurigai benda tersebut sehingga ditahan. Petugas kemudian menghubungi pihak karantina. Setelah diperiksa, ternyata karton-karton itu berisi ribuan ekor kura-kura moncong babi yang dilindungi," kata Yohan.

    Ia mengatakan ribuan ekor kura-kura itu kemudian dibawa ke Polsek Bandara Timika dan selanjutnya diserahkan ke KSDA Timika untuk diamankan di kawasan reklamasi tailing PT Freeport Indonesia di Maurupauw, MP 21.

    Adapun S diketahui bekerja sebagai petugas groud handling Sriwijaya Air di Bandara Mozes Kilangin Timika. Yohan belum bisa memastikan siapa pemilik ribuan ekor kura-kura moncong babi tersebut. "Kami sudah melaporkan ke Kepala BKSDA Papua. Kami masih menunggu kedatangan Penyidik PNS untuk menyelidiki kasus ini," ujarnya.

    Yohan berharap pemilik barang tersebut bisa terungkap. Pasalnya, kasus penyelundupan kura-kura moncong babi sudah berulang kali terjadi di Bandara Timika.

    "Kami mohon dukungan semua pihak untuk membantu kami agar dapat mencegah penyelundupan kura-kura moncong babi ke luar Papua karena satwa ini dilindungi keberadaannya," kata Yohan.

    Sebelumnya pada Februari lalu, petugas keamanan Bandara Timika juga menggagalkan pengiriman sebanyak 3.220 ekor kura-kura moncong babi dari Timika ke Jakarta yang dikemas dalam empat koper pakaian.

    Kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polres Mimika, namun hingga kini pelakunya belum juga tertangkap.

    Satwa kura-kura moncong babi merupakan satwa endemis Papua yang dilindungi oleh negara. Habitat satwa langka itu hanya terdapat di wilayah selatan Papua seperti di Kabupaten Mappi, Asmat dan Mimika.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.