Long Weekend, BRI dan Mandiri Isi ATM Lebih dari Rp 20 T

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang libur panjang akhir pekan yang berbarengan dengan libur perayaan hari Paskah besok, Bank-Bank BUMN seperti Bank Mandiri dan BRI mempersiapkan dana lebih untuk menjamin ketersediaan uang bagi nasabah yang bertransaksi tunai melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

    Menurut Sekretaris perusahaan BRI, Hari Siaga, pihaknya telah mempersiapkan dana sekitar Rp 18 triliun khusus untuk pengisian atm mereka. “Jadi rata-rata setiap hari ada 6 triliun, itu untuk pengisian sebanyak 22 ribu atm yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Hari Siaga saat dihubungi pada Kamis, 23 Maret 2016.

    Bank Mandiri telah menyiapkan dana sebesar Rp 3,4 triliun. Menurut Corporate Secretary Mandiri Rohan Hafaz dana tersebut akan dibagi dengan komposisi sebesar 80 persen untuk pengisian ATM dan sisanya 20 persen untuk kebutuhan kantor cabang, “Lalu dari jumlah Rp 3,4 triliun tersebut alokasinya 50 persen untuk di Jabodetabek dan 50 persen untuk di luar Jabodetabek,” kata Rohan Hafaz.

    Selain itu kata Rohan, besok sekitar 145 kantor cabang Bank Mandiri tetap beroperasi, dengan 21 kantor cabang berada di Jakarta. Namun operasional tersebut hanya untuk pelayanan terbatas meliputi pindah buku, cetak buku tabungan, serta untuk melayani SPBU yang bertransaksi delivery order untuk pembelian BBM.

    “Jadi gini, SPBU itu kan dia harus memenuhi kebutuhan selama libur Paskah. Sementara stoknya kan terbatas , ada limitnya, jadi ketika libur mereka harus beli delivery order ke Pertamina, karena Pertamina baru mengirim setelah dibayar delivery ordernya,” kata Rohan.

    DESTRIANITA K


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.