Kebakaran Hutan, Riau Minta 2 Helikopter untuk Water Bombing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dengan Helikopter. ANTARA/Nova Wahyudi

    Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dengan Helikopter. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.COJakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau meminta dua helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera dikirim untuk membantu pemadaman api melalui udara dengan water bombing atau bom air.

    Kepala BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, Kamis, 24 Maret 2016, menyampaikan penegasan itu secara langsung menyusul diterimanya satu unit helikopter jenis Puma SA 330 L dari Skuadron Udara 8 Wing 4 Lanud Atang Sanjaya Bogor. Helikopter ini merupakan bantuan dari markas besar TNI Angkatan Udara. 

    "Kemarin saya sudah konfirmasi ulang, dan saat ini dua heli dari BNPB jenis MI 171 sedang dipersiapkan untuk dikirim ke Pekanbaru. Kedua heli itu masih menjalani tes terbang di Jakarta," kata Edwar.

    Edwar berujar, tes terbang dua helikopter tersebut dilakukan selama tiga sampai lima jam dalam sehari guna membantu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Riau.

    Dua unit helikopter tersebut merupakan bagian dari empat unit helikopter yang dijanjikan, dan pekan lalu sedang diurus izin administrasi meliputi flight clearance dan security clearence

    Keempat unit helikopter, masing-masing jenis Super Puma dan MI 171, yang dijanjikan BNPB, kata Edwar, memiliki kapasitas besar dan dapat digunakan untuk kegiatan multifungsi, seperti pengeboman air dan transportasi prajurit. "Jadi dua helikopter ini akan difungsikan sebagai pengawasan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan seperti untuk patroli dan pemadaman," terangnya. 

    Markas besar TNI AU telah mengirim satu unit helikopter jenis Puma SA 330 L dari Skuadron Udara 8 Wing 4 Pangkalan Udara Atang Sanjaya Bogor untuk membantu mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Riau. "Ini adalah bukti keseriusan TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin untuk membantu mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Riau," kata Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud RSN) Pekanbaru Marsekal Pertama Henri Alfiandi.

    Saat ini Satgas Karhutla Riau masih mengandalkan tiga unit helikopter bantuan dari dua perusahaan kertas untuk melakukan pemadaman api melalui jalur udara, yakni milik PT Riau Andalan Pulp and Paper dan PT Indah Kiat Pulp and Paper.

    Kepala BNPB Willem Rampangilei dua pekan lalu seusai mengunjungi lokasi kebakaran di wilayah pesisir Riau, Dumai dan Bengkalis, mengatakan pihaknya akan mengerahkan bantuan pinjaman helikopter untuk water boombing dan teknik modifikasi cuaca.

    "Penetapan status siaga darurat oleh Provinsi Riau, sehingga pemerintah pusat melalui BNPB memiliki dasar hukum untuk memberi bantuan kapasitas yang tidak dimiliki oleh daerah," ujar Willem.

    Willem menyebutkan saat ini Riau sudah memiliki tiga helikopter yang selalu siaga dan bisa digunakan untuk patroli atau melakukan water boombing sewaktu-waktu. "Tiga helikopter ini memang masih kurang, tapi BNPB menyiapkan helikopter apabila diperlukan setiap saat bisa dioperasikan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?