Usulannya Ditolak Jokowi, Sudirman Said Pastikan Tidak Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers sebelum dibukanya Bali Clean Energy Forum 2016 di Nusa Dua, Bali, 11 Februari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers sebelum dibukanya Bali Clean Energy Forum 2016 di Nusa Dua, Bali, 11 Februari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya meski usulannya terkait dengan pengembangan Blok Masela ditolak Presiden Joko Widodo. Kemarin Jokowi memutuskan pengelolaan Blok Masela melalui kilang darat (offshore LNG).

    Setelah keputusan Presiden Jokowi disampaikan di Pontianak tersebut, muncul spekulasi Sudirman akan mundur dari jabatannya. "Yang berspekulasi mundur itu salah. Saya percaya kepada keputusan Presiden," ujar Sudirman di kantornya pada Kamis, 24 Maret 2016.

    Sudirman diketahui membawa rekomendasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perihal pengolahan Blok Masela melalui kilang terapung (floating LNG) ke rapat kabinet. Usul itu tercantum dalam revisi rencana pengembangan (POD) yang diajukan Inpex, investor Blok Masela.

    Namun usul ini ditolak Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Dia mendasarkan hasil kajian alumnus ITB yang tergabung dalam Fortuga bahwa kilang terapung memakan banyak biaya dan tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

    Perdebatan ini berlangsung sejak September tahun lalu. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, Sudirman dan Rizal saling sindir di media.

    Sudirman pun menaati keputusan Presiden dengan meminta SKK Migas berbicara kepada Inpex untuk mengkaji ulang rencana pengembangan Blok Masela. Dia juga meminta produksi gas di blok tersebut tidak terlalu lama tertunda.

    "Saya netral. Soal kalah-menang, ini bukan pertandingan sepak bola," tuturnya.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.