Mangkrak Sejak 2013, Jokowi:Tol Kalimantan Jadi 2018  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu, 2 Maret 2016. Jalan tol ini ditargetkan selesai pertengahan 2017. (twitter.com)

    Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu, 2 Maret 2016. Jalan tol ini ditargetkan selesai pertengahan 2017. (twitter.com)

    TEMPO.CO, Balikpapan- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan yang menghubungkan Balikpapan-Samarinda rampung pada 2018.

    "Diharapkan seluruhnya Insya Allah akan selesai pada 2018," kata Presiden Jokowi saat meninjau proyek pembangunan jalan tol Seksi V Balikpapan-Samarinda yang terletak di Desa Karangjoang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kamis, 24 Maret 2016.

    Ia mengatakan, proyek pembangunan jalan tol pertama di Kalimantan itu sebetulnya sudah dimulai sejak 2010, tapi terhenti pada 2013 karena masalah lahan. Saat itu, Menteri Kehutanan tidak mengeluarkan izin pinjam-pakai Hutan Lindung Taman Hutan Rakyat (Kutai) dan Hutan Lindung Sungai Manggar (Balikpapan). BACA: Ini Penyebab Jalan Tol Kalimantan Mangkrak

    Presiden Jokowi pun memaksa Gubernur Kaltim agar proyek dimulai lagi. "Saya paksa dengan Pak Gub untuk dimulai lagi kemarin pada November 2015," ucapnya.

    Saat ini kira-kira ruas sepanjang 27 km sedang dikerjakan dengan didanai APBD dan APBN, sisanya diserahkan kepada investor yang mau berinvestasi. BACA: Jokowi Tinjau Tol Kalimantan dengan Berjalan kaki

    Sejumlah ruas, misalnya, ada yang ditargetkan rampung pada April tahun depan.

    "Pembebasan lahan selesai 85 persen jadi kurang sedikit, tapi kita ini bekerja sambil berkejar-kejaran, pembebasan berkejaran dengan konstruksi," kata Jokowi.

    Presiden berkunjung ke lokasi tersebut untuk memastikan bahwa proyek telah dimulai lagi pengerjaannya.

    "Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa (proyek) sudah mulai lagi, dan ternyata betul November sudah mulai lagi," ujarnya.

    Presiden mendapat laporan bahwa konstruksi sudah selesai sepanjang 7,6 km dan total investasi nantinya kurang lebih Rp13 triliun.


    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.