Toshiba Fokus Kembangkan Infrastruktur Energi di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fotografer memotret robot tetrapod Toshiba saat dipresentasikan kepada media di kompleks pabrik Toshiba di Yokohama, Jepang (21/11). REUTERS/Yuriko Nakao

    Fotografer memotret robot tetrapod Toshiba saat dipresentasikan kepada media di kompleks pabrik Toshiba di Yokohama, Jepang (21/11). REUTERS/Yuriko Nakao

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toshiba Asia Pacific Indonesia berkomitmen untuk fokus mengembangkan proyek infrastruktur energi di Indonesia dengan keunggulan teknologi seperti smart grid (jaringan listrik cerdas) perusahaan asal Jepang tersebut.

    "Toshiba telah berkontribusi untuk pasokan listrik di Indonesia selama lebih dari 40 tahun, melalui berbagai solusi energi seperti proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi, uap dan air," kata Presiden PT Toshiba Asia Pacific Indonesia Shinpei Yamagishi dalam acara diskusi di kantor Toshiba, Rabu, 23 Maret 2016.

    Menurut dia, solusi energi beragam yang diperkenalkan Toshiba penting dalam mempertahankan kemajuan Indonesia sebagai bangsa yang terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Baru-baru ini, ia juga mengemukakan bahwa pihaknya telah menandatangani sebuah kontrak untuk menyediakan turbin uap dan "generator ultra super" kritis dengan kapasitas 1.000 megawatt (MW) guna perluasan pembangkit listrik tenaga uap batu bara di Cirebon, Jawa Barat.

    Berdasarkan data Toshiba, perusahaan tersebut telah berkontribusi dalam sejumlah pembangkit listrik d Tanah Air yang terdiri atas 13 unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas total 5.170 MW, 33 unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas total 1.490 MW, dan lima unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berkapasitas total 290 MW.

    Sebagaimana diwartakan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meresmikan dan melakukan ground breaking sejumlah proyek infrastruktur energi, yang salah satunya pembangunan jaringan gas rumah tangga terhadap 32.000 konsumen di Kota Prabumulih, Sumatra Selatan.

    "Hari ini kita menandai pembangunan jaringan gas di Prabumulih dengan menggandeng Pertamina dan BUMN lainnya. Proyek akan dikerjakan dengan kualitas tinggi oleh sumber daya manusia yang berkualitas," kata Sudirman saat memberikan sambutan pada Peresmian dan Groundbreaking Proyek-Proyek Infrastruktur Energi, di Prabumulih, Senin (21 Maret 2016).

    Sudirman mengatakan, pembangunan jaringan gas Prabumulih Sumatera Selatan sebanyak 32.000 sambungan tersebut merupakan kontrak terbesar dengan total nilai mencapai Rp493,5 miliar, dan untuk jumlah sambungan rumah tangga yang telah terpasang di Prabumulih saat ini sebanyak 4.650 sambungan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?