Blitar Perluas Lahan Jagung Hingga 5.000 Hektare

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat menanam jagung di lahan milik Perhutani di Desa Cendoro, Dawar Blandong, Mojokerto, Jawa Timur, 12 Desember 2015. ANTARA/Syaiful Arif

    Masyarakat menanam jagung di lahan milik Perhutani di Desa Cendoro, Dawar Blandong, Mojokerto, Jawa Timur, 12 Desember 2015. ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Blitar akan menambah lahan jagung 5.000 hektare hingga 2017 untuk memenuhi kebutuhan usaha pakan ternak di samping konsumsi. Sekda Kabupaten Blitar Palal Ali Santoso mengatakan lahan yang siap saat ini 3.500 hektare milik Perhutani. "Dengan produktivitas 4-5 ton jagung kering pipilan per hektare, diperkirakan ini akan menambah produksi 15.000 ton," katanya saat dihubungi, Rabu (23 Maret 2016).

    Adapun 1.500 hektare sisanya masih dicari. Palal sempat menyampaikan niat Pemkab mengekstensifikasi lahan jagung di sela Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) seeks Karesidenan Kediri dan Madiun di Madiun awal pekan ini.

    Sebagai salah satu sentra peternakan ayam terbesar di Indonesia, Kabupaten Blitar kerap mengalami defisit jagung. Mengutip laman Pemkab, produksi jagung lokal 260.134 ton dari luas panen 46.595 hektare. Angka itu hanya bisa memenuhi 40% kebutuhan pakan ternak di kabupaten itu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.