Entikong Bakal Jadi Sentra Ekonomi Baru dan Modern  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani memeriksa buah lada di salah satu perkebunan di Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, 6 Desember 2015. Hasil bumi lada Entikong banyak diminati para pengusaha Malaysia dan mereka berani memberi penawaran harga lebih tinggi dari pada pengusaha lokal. ANTARA/Ismar Patrizki

    Petani memeriksa buah lada di salah satu perkebunan di Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, 6 Desember 2015. Hasil bumi lada Entikong banyak diminati para pengusaha Malaysia dan mereka berani memberi penawaran harga lebih tinggi dari pada pengusaha lokal. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo menginginkan Entikong menjadi pusat ekonomi baru yang modern. Apalagi kota itu berada di pusat perbatasan lintas negara Indonesia-Malaysia.

    "Kita memang ingin ada kegiatan ekonomi besar. Di sini akan ada pasar modern, bukan mal. Di sini nanti usaha-usaha kecil dan usaha mikro bisa berjualan," kata Presiden Jokowi saat meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu, 23 Maret 2016.

    Jokowi menginginkan pos perbatasan di Indonesia menjadi kebanggaan. "Kita harus menunjukkan perbatasan adalah jendela, halaman muka kita, dan orang masuk ke negara kita merasakan bahwa ini negara besar," katanya.

    Jokowi mau pembangunan infrastruktur tidak hanya berpusat di Jawa, tapi juga sampai ke daerah pinggiran, termasuk kawasan perbatasan. "Kita ingin titik-titik pertumbuhan ekonomi itu ada di pinggiran, seperti di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua," ucapnya.

    Presiden telah memerintahkan pada 21 Januari 2015 pembangunan kawasan perbatasan di Entikong menjadi lebih maju. "Entikong ini kalau saya lihat, saya dapat informasi dan saya tanyakan lagi, memang sudah lebih dari 25 tahun enggak diapa-apain. Jadi, kalau dibandingkan dengan yang di seberang (Malaysia), memang sangat jauh, dari segi pelayanan beda jauh. Yang jelas untuk fisik, untuk umum, dan port (pelabuhan)-nya sangat jauh," ujar Jokowi saat itu.

    Hari ini Presiden kembali meninjau PLBN Entikong untuk mengecek langsung perkembangan pembangunannya yang diharapkan selesai tahun ini. "Saya pastikan lebih baik dari yang lalu, lebih besar dari yang lalu, dan lebih baik daripada yang di sana (Malaysia)," kata Jokowi.

    PLBN Entikong dibangun selama 12 bulan sejak 11 Agustus 2015 dan ditargetkan selesai akhir 2016.

    Proyek senilai Rp 152,49 miliar ini dikerjakan di atas lahan seluas 80.003 meter persegi, dan rencananya akan dibangun PLBN seluas 19.493 meter persegi di zona inti, subinti, dan pendukung.

    Selain pos perbatasan, akan dibangun pasar sebagai sentra ekonomi bagi masyarakat. "Akhir tahun ini yang jadi akan ada pasar. Kita memang ingin ada kegiatan ekonomi besar di sini, akan ada pasar yang modern," ucap Presiden.

    Pembangunan PLBN di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ini dinilai sangat strategis. Sebab, Entikong adalah gerbang utama untuk lalu lintas kegiatan perekonomian antara Indonesia dan Malaysia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.