Jokowi Janji Jalan Kalimantan-Malaysia Rampung 2019

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja merakit lampu penerangan jalan umum di jalan By Pass Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat. 15 Juli 2014. 246 lampu dipasang dari pintu keluar tol Palimanan sampai perbatasan Cirebon-Indramayu. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pekerja merakit lampu penerangan jalan umum di jalan By Pass Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat. 15 Juli 2014. 246 lampu dipasang dari pintu keluar tol Palimanan sampai perbatasan Cirebon-Indramayu. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menjanjikan pembangunan jalan lintas paralel (pinggir garis batas) perbatasan di Pulau Kalimantan dengan perbatasan Malaysia sepanjang 1.900 km akan rampung paling lambat pada 2019.

    Dalam peresmian jembatan Tayang di Sanggau, Kalimantan Barat, Presiden mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi keharusan untuk mendorong mobilitas barang dan jasa lebih maksimal.

    Baca: Diresmikan Jokowi, Jembatan Ini Diberi Nama 'Pak Kasih Tayan'

    "Kita sekarang ini tidak Jawa sentris, harus diberikan prioritas pada luar Jawa termasuk wilayah perbatasan," katanya dalam keterangan resmi tim komunikasi presiden, Selasa, 22 Maret 2016.

    Jalan lintas paralel perbatasan adalah jalan yang sejajar dengan garis perbatasan Indonesia-Malaysia. Jalan tersebut membentang dari ujung Barat hingga ujung Timur Pulau Kalimantan dan melintasi 3 Provinsi yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

    Baca: Jembatan Terpanjang di Kalimantan Diresmikan Hari Ini

    Adapun, Presiden mengingatkan bahwa tujuan dari berbagai pembangunan infrastruktur adalah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat. Semua infrastruktur perhubungan diharapkan akan membuat pergerakan barang dan manusia menjadi lebih lancar. "Dan ujungnya rakyat akan mendapat harga barang dan jasa yang lebih murah,” ujarnya.

    Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?