Padang Butuh Investor Wisata Kembangkan 5 Kawasan Strategis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung berfoto dengan latar belakang ikon wisata di sebuah pantai di Padang, Sumatera Barat, 3 Maret 2016. Pantai ini kembali ramai sehari setelah terjadi gempa 7,8 skala Richter di Kabupaten Kepulauan Mentawai. REUTERS/Darren Whiteside

    Pengunjung berfoto dengan latar belakang ikon wisata di sebuah pantai di Padang, Sumatera Barat, 3 Maret 2016. Pantai ini kembali ramai sehari setelah terjadi gempa 7,8 skala Richter di Kabupaten Kepulauan Mentawai. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat menawarkan potensi investasi sektor pariwisata di lima kawasan strategis guna mendongkrak pengembangan industri pariwisata setempat.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Padang Medi Iswandi menyebutkan pemerintah setempat membutuhkan suntikan modal investor untuk pengembangan kawasan wisata mengingat terbatasnya anggaran pemda.

    “Dibutuhkan investasi untuk pengembangan kawasan, karena anggaran pemda terbatas,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (21 Maret 2016).

    Dia mengatakan lima kawasan yang ditawarkan kepada investor tersebut adalah Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang, objek wisata Pasir Jambak, objek wisata Air Terjun Sikayan Balumuik, objek wisata Danau Cimpago, dan objek Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta.

    Untuk KWT Gunung Padang, Medi mengungkapkan sudah ada investor yang tertarik menanamkan modalnya. Namun, proses investasi masih dalam tahap feasibility study (FS) dan penjajakan kerjasama.

    “KWT Gunung Padang ini juga melibatkan investor asal Qatar, karena investasinya besar, termasuk wahana permainan, resort, dan prasarana lainnya,” kata Medi.

    Dia menjelaskan KWT Gunung Padang mencakup kawasan wisata utama Kota Padang yang membentang dari Pantai Padang, Taman Siti Nurbaya Gunung Padang, Kota Tua Padang, Batang Arau, hingga Pantai Air Manis.

    Menurutnya, pengembangan pariwisata di daerah itu tidak cukup mengandalkan panorama alam yang indah, tetapi perlu dilengkapi dengan berbagai permainan, termasuk wahana air yang belum dimiliki.

    Kawasan lain yang ditawarkan adalah objek wisata Pasir Jambak. Pemkot setempat memperkirakan potensi investasi yang bisa dikembangkan di daerah itu mencapai Rp500 miliar dalam bentuk pembangunan hotel, penginapan, dan investasi lainnya.

    Lahan yang disediakan seluas 20 hektare dengan status tanah ulayat dan masyarakat, yang bisa didapatkan dengan sistem kerjasama dan jual beli. Saat ini, sarana pendukung investasi di kawasan itu sudah tersedia akses listrik, air bersih, akses jalan, telekomunikasi, dan panorama wisata bahari.

    Kemudian, untuk kawasan wisata Air Terjun Sikayan Balumuik, potensi investasi yang ditawarkan mencapai Rp200 miliar di sektor wahana wisata air atau water park dan penginapan.

    Pemkot Padang memastikan ketersediaan lahan seluas 10 hektare milik masyarakat dengan sistem kerjasama maupun jual beli, serta akses jalan, listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi yang tersedia dengan baik.

    Lalu kawasan wisata Danau Cimpago yang dikembangkan untuk pariwisata berbasis keluarga atau family modern park, dengan panorama laut Pantai Purus di depannya, dan terhubung langsung ke Pantai Padang.

    Kawasan lainnya yang ditawarkan ke investor adalah Tahura Bung Hatta di perbatasan Padang – Solok yang diprioritaskan untuk wisata minat khusus wahana alam.
    “Untuk Tahura Bung Hatta sudah ada investornya, tinggal menanti kesepakatan kerjasama saja,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.