Sinar Laser Ganggu Penerbangan, Ini Kata Lion Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo (kanan), didampingi Direktur Operasional Lion Air, Daniel Putut, beri keterangan pers terkait penundaaan penerbangan (delay) Lion Air di Kantor Kemenhub, Jakarta, 23 Februari 2015. Kemenhub memberikan dua sanksi kepada maskapai Lion Air. ANTARA/Andika Wahyu

    Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Suprasetyo (kanan), didampingi Direktur Operasional Lion Air, Daniel Putut, beri keterangan pers terkait penundaaan penerbangan (delay) Lion Air di Kantor Kemenhub, Jakarta, 23 Februari 2015. Kemenhub memberikan dua sanksi kepada maskapai Lion Air. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Tangerang - Direktur Operasional dan Teknik PT Lion Air Group Daniel Putut Adi Kuncuro menyatakan gangguan pantulan sinar laser tidak hanya di sekitar Bandara Soekarno-Hatta saja, tapi juga terjadi di bandara-bandara lain. "Seperti di Bali dan di Medan," katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 21 Maret 2016.

    Bagusnya, kata Daniel, di Bali saat ini gangguan itu sudah tidak ada lagi karena sudah ditertibkan. Daniel, yang merupakan pilot senior di Lion Air Group itu, mengatakan pantulan sinar laser tersebut sangat membahayakan penerbangan.

    Apalagi, menurut Daniel, saat pilot akan mendaratkan pesawat. "Konsentrasi pilot sepenuhnya ketika akan mendaratkan pesawat, saat itu semestinya tidak boleh ada gangguan eksternal, karena akan fatal akibatnya." Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan sinar laser itu secara serampangan karena hal itu bisa mengancam keselamatan penerbangan.

    Otoritas Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menerima banyak keluhan dari para pilot terkait dengan maraknya penggunaan sinar laser di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sinar laser yang dipantulkan dari lampu dan senter ini dianggap sangat menganggu dan mengancam keselamatan penerbangan. "Mengganggu jarak padang dan penglihatan para pilot, khususnya penerbangan di malam hari," ujar juru bicara Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Muhammad Syukur.

    Syukur mengatakan keluhan gangguan sinar laser ini banyak disampaikan dari asosiasi pilot dan sejumlah maskapai penerbangan. "Mereka menyampaikan sinar laser ini sangat menganggu dan minta kami menertibkan," tuturnya.

    Menurut dia, gangguan sinar laser ini sudah cukup lama terjadi. Namun semakin hari jumlahnya semakin banyak. Syukur mengatakan sinar laser ini banyak bermunculan di daerah perumahan di Tangerang dan permukiman sekitar bandara. "Yang daya jangkau sinarnya cukup jauh dan mengenai pesawat yang terbang," katanya.

    Syukur menjelaskan, sinar laser yang cukup menganggu penerbangan berupa sinar laser yang berasal dari lampu yang besar dan banyak dipasang di gedung-gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan. "Ini beberapa kami deteksi di sekitar kawasan Serpong, Tangerang Selatan," ucapnya.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.