Cair Mulai April, Tiap Desa Dapat Dana Rp 600-800 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar berbincang dengan Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake membahas akselerasi Desa Membangun di kantor Kementerian Desa PDTT, Jakarta, 3 Maret 2016. Foto: Istimewa

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar berbincang dengan Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake membahas akselerasi Desa Membangun di kantor Kementerian Desa PDTT, Jakarta, 3 Maret 2016. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Cianjur - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan dana desa tahun anggaran 2016 akan mulai dicairkan pada April. "Kami minta tokoh agama dan warga turut mengawasi agar tidak terjadi penyelewengan," katanya setelah menghadiri silaturahmi ajengan se-Jawa Barat di Cianjur, Jawa Barat, Ahad, 20 Maret 2016. 

    Dia mengatakan anggaran dana desa tahun ini meningkat 125 persen dibandingkan dengan sebelumnya. Pada 2015, dana desa hanya sebesar Rp 20,7 triliun, sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp 46,98 triliun atau naik 125 persen.

    "Di Indonesia ada 74 ribu desa dengan anggaran tahun lalu setiap desa rata-rata mendapatkan Rp 300 juta. Tahun ini masing-masing desa mendapatkan Rp 600 hingga 800 juta," tuturnya.

    Menteri Marwan menjelaskan, pencairan dana desa tahun ini dibagi dalam dua tahap, dengan pembagian 60 persen dan 40 persen. Tahap pertama akan dilaksanakan April dan tahap kedua Agustus. "Kalau dulu, tiga tahap masing-masing 40 persen, 40 persen, dan 20 persen," ucapnya.

    Menurut dia, pencairan dana desa akan lebih maksimal dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab, pemerintah desa kini sudah lebih paham proses pencairannya. "Tahun lalu semuanya sudah dicairkan, sekarang akan lebih lancar," katanya.
     
    Dia mengingatkan tujuan dana desa  untuk memperkuat pembangunan, mulai infrastruktur, jembatan sederhana, posyandu, hingga pembangunan sarana peningkatan ekonomi, seperti badan usaha milik desa.  "Jangan sampai pengelolaannya tidak tepat, belanjanya harus sesuai, sehingga perlu pengawasan dari semua pihak," ucapya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!