Flu Burung Merebak, Bagaimana Carrefour Jamin Ayamnya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung pusat perbelanjaan Carrefour kasawan kota Casablanca, Jakarta, (31/8). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengunjung pusat perbelanjaan Carrefour kasawan kota Casablanca, Jakarta, (31/8). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Flu burung yang ditemukan di beberapa daerah membuat jaringan toko modern memperketat pasokan ayamnya, tak terkecuali Transmart Carrefour. "Kami sudah mendengar soal flu burung, kami jaga betul pasokan ayam kami," kata Corporate Communications General Manager PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid saat dihubungi, Ahad, 20 Maret 2016.

    Satria menyatakan Transmart Carrefour telah memastikan setiap peternakan pemasoknya telah tersertifikasi dalam hal kesehatan hewannya. Prosedur pemotongan dan angkutannya juga telah sesuai dengan standar keamanan dan kehalalan pangan. "Itu pun kami selalu mengadakan pengecekan berkala agar semuanya tetap terjamin untuk konsumen," katanya.

    Khusus di daerah yang telah diketahui terjangkit flu burung, seperti Cilandak, Satria menyatakan Transmart Carrefour akan memperketat peredaran ayamnya. Jika ada sedikit saja kecurigaan soal kesehatan ayam di wilayah itu, perusahaan akan mengalihkan pasokan ayam dari daerah lain.

    Transmart Carrefour kini memiliki ratusan peternakan yang memasok ayam untuk 96 gerainya. Di wilayah Jabodetabek saja, mereka menjual sekitar 6 ton ayam setiap hari. "Konsumen tak perlu khawatir," tuturnya.

    Jaminan keamanan produk memang sangat penting bagi jaringan supermarket ternama. Bagaimana tidak, temuan satu barang berbahaya di gerainya bisa menghilangkan kepercayaan konsumen. Taruhannya bukan hanya satu cabang, tapi juga keseluruhan bisnis perusahaan.

    Sebelumnya, kasus flu burung telah terpantau di beberapa wilayah. Di Cilandak, Jakarta Selatan, petugas dinas peternakan menemukan virus flu burung pada sampel 20 ayam mati mendadak di RT 14 RW 04 Kelurahan Cilandak Barat. Petugas lalu memusnahkan beberapa unggas lain di lokasi yang sama. 

    Di Jawa Timur, kasus flu burung terjadi di dua wilayah. Di Banyuwangi, lebih dari 5.000 unggas jenis itik, ayam, dan mentok mati karena terjangkit virus H5N1 atau avian influenza. Sedangkan di Lamongan, sekitar 600 unggas juga mati akibat flu burung. dinas peternakan pun telah memberikan vaksin flu burung dan membatasi peredaran unggas di wilayah-wilayah terjangkit tersebut.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.