Tahun 2015 Realisasi Investasi Kaltim Capai Rp39,38 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi investasi Provinsi Kalimantan Timur sepanjang 2015 mencapai Rp39,38 triliun. Angka tersebut melebihi target yang telah ditetapkan pada 2015 yang senilai Rp37,1 triliun.

    Tahun 2014, realisasi investasi Kaltim mencapai Rp37,75 triliun, melebihi dari target yang telah ditentukan senilai Rp35 triliun.

    Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kalimantan Timur Diddy Rusdiansyah mengatakan realisasi investasi Bumi Etam sepanjang 2015 mencapai Rp39,38 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp9,61 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp29,77 triliun.

    Tahun lalu, target investasi Kaltim senilai Rp37,10 triliun, dengan rincian Rp12,98 triliun untuk PMDN dan Rp24,11 triliun untuk PMA.

    "Untuk realisasi investasi secara keseluruhan, capai target 2015 dan menembus angka 106,12%. Ini suatu angka yang menyiratkan kembali optimisme dalam menyongsong pencapaian target investasi tahun 2016 yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangun Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018 yaitu Rp39,33 triliun," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (18 Maret 2016).

    Diddy menuturkan daya tarik Kaltim terhadap investasi masih cukup baik. Hal itu terlihat tercapainya target investasi setiap tahunnya walaupun kondisi perekonomian Bumi Etam tengah melesu.

    "Kondisi perekonomian yang lesu ternyata tidak secara signifikan menyurutkan minat dan kepercayaan calon investor terhadap iklim investasi dan iklim usaha di Kaltim," katanya.

    Pada level nasional, realisasi investasi PMDN pada 2015 menempati urutan kedelapan setelah Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, Banten, dan Riau.

    Sementara PMA, berada di urutan kelima setelah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Banten. "Investasi di Kaltim ini cukup stabil bila dibandingkan wilayah Kalimantan lainnya," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.