Sistem Online Kemenkop, Mudahkan Pendaftaran Koperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammad Zein, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara.  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mohammad Zein, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memberi kemudahan bagi masyarakat yang hendak mengajukan badan hukum koperasi. Kemudahan itu dengan menyiapkan sebuah perangkat pendaftaran menggunakan sistem online yang akan diresmikan pada 8 April 2016.

    "Semua sistem ini menggunakan sistem online," ujar Deputi bidang Kelembagaan, Kemenkop UKM Choirul Djamhari dalam acara diskusi mingguan Forwakop di Jakarta,
    Jumat (18 Maret 2016).

    Dengan menggunakan sistem online ini akan membuat masyarakat lebih gampang mengurusi akta pendirian koperasi. Karena sistem yang tersedia sudah serbakomputerisasi dan operatornya dijamin bisa secara profesional menjalankan tugasnya dengan baik.

    "Kita sederhanakan sistem kapasitas komputerisasi, kita sesauikan dan operatirnya kita jamin profesional," kata Choirul.

    Choirul mengatakan peluncuran pendaftaran online ini memiliki landasan hukum Peraturan Menteri No. 10/2015 tentang Kelembagaan Koperasi serta Paket Kebijakan Ekonomi yang mengharuskan cara-cara sederhana dalam menyiapkan segala ijin maupun badan hukum.

    Sistem ini sudah dirumuskan sejak lama, namun dalam perjalannya belum bisa terealisasi karena perlu penyempurnaan. Mengingat minat masyarakat untuk mengajukan badan hukum koperasi semakin tinggi serta mengikuti perkembangan dunia digitalisasi maka, sistem ini dianggap sebagai sebuah keharusan. "Karena melibatkan stakeholders, banyak yang dokumen harus yang diverifikasi," katanya.

    Walaupun menggunakan sistem online masyarakat diminta perlu memahami secara baik syarat-syarat mendirikan koperasi sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 25/1995, di antaranya dibutuhkan minimal 20 orang, serta pendirian harus berdasarkan akta notaris. "Itu yang kita teruskan, kita proses menjadi koperasi, kami ingin berusah lebih cepat," tegas Choirul.

     

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.