Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan Bisnis Retail 22 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Mandiri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Bank Mandiri. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Consumer Banking PT Bank Mandiri Tbk. Hery Gunardi menargetkan bisnis retail bank pelat merah tersebut bisa tumbuh hingga 22 persen tahun ini. Pertumbuhan ini salah satunya di antaranya setelah ditekennya kontrak antara Bank Mandiri dengan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) terkait penjaminan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

    "Khusus di KTA, Bank Mandiri berharap dapat membukukan pertumbuhan bisnis sebesar 22 persen pada tahun ini," kata Hery, saat meneken kerja sama di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat, 18 Maret 2016. Langkah ini dianggap cocok dengan strategi perseroan untuk mendorong pertumbuhan bisnis retail secara berkualitas dan sehat.

    Nilai penyaluran KTA Bank Mandiri pada akhir 2015 lalu mencapai Rp14,1 triliun. Angka itu tumbuh 19 persen dari tahun sebelumnya dengan rasio kredit macetnya di posisi rendah berkisar 0,67 persen.

    Hery berharap kerjasama ini bakal membawa manfaat signifikan bagi perkembangn bisnis kedua perusahaan. "Sebagai mitra penjamin, Jamkrindo berfungsi meminimalkan resiko kredit yang kami salurkan ke masyarakat khususnya melalui kredit KTA ini,” ucapnya.

    Optimisme serupa dikatakan oleh Jamkrindo karena kerja sama ini merupakan langkah konkrit peningkatan kinerja kedua perusahaan. Jamkrindo menargetkan tahun 2016 ini penjaminan kredit mencapai Rp 115 triliun. “Sejumlah Rp 65 triliun di antaranya ditargetkan dari penjaminan non Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sisanya dari KUR," kata Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkrindo, Bakti Prasetyo.

    Ini bukan kali pertama Mandiri menggandeng Jamkrindo sebagai mitra usaha. Sebelumnya, Jamkrindo juga telah memberikan penjaminan program KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) Bank Mandiri, di mana perseroan telah menyalurkan pembiayaan KPR FLPP kepada 2.600 rekening senilai Rp210 miliar hingga akhir 2015.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.