Laju Rupiah Dapat Manfaatkan Kurangnya Daya Dorong Dolar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan laju rupiah dapat memanfaatkan kurangnya daya dorong dolar Amerika Serikat dengan mengalami kenaikan.

    Reza memprediksi, support rupiah berada di angka 13.175 serta resisten di 13.162.

    “Meski masih bersifat terbatas, tetapi kami harapkan penguatan tersebut dapat kembali berlanjut. Namun, tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah,” kata Reza, Jumat, 18 Maret 2016.

    Menurut Reza, prediksi terhadap laju rupiah tersebut dipengaruhi oleh tertahannya kenaikan laju dolar AS akibat The Fed yang masih mempertahankan tingkat suku bunga Fed Rate. Kondisi ini juga dimanfaatkan mata uang lainnya untuk berbalik menguat setelah tergilas laju dolar AS.

    Dari pantauannya, beberapa mata uang menunjukkan penguatan, antara lain euro, yuan, pound sterling, dolar Australia, dan beberapa lainnya.

    “Di sisi lain, banyak pelaku pasar yang berharap akan adanya penurunan BI Rate untuk membantu pemulihan ekonomi dalam negeri sehingga turut membantu rupiah berbalik positif,” katanya.

    Sebelumnya, Reza mengungkapkan, melemahnya laju rupiah kian membuka ruang pelemahan lebih lanjut. Pelemahan itu dapat tertahan dengan asumsi The Fed tidak jadi menaikkan suku bunga dan dapat mengurangi dorongan apresiasi dolar Amerika. Dengan begitu, rupiah bisa berbalik menguat.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.