Tol Cisumdawu Diperkirakan Selesai Dua Tahun Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli di depan jalan masuk pintu Tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1938 di Desa Adat Tuban, Bali, 9 Maret 2016. Johannes P. Christo

    Seorang Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli di depan jalan masuk pintu Tol Bali Mandara saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1938 di Desa Adat Tuban, Bali, 9 Maret 2016. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam waktu dua tahun lagi, Cileunyi-Sumedang dan Dawuan bisa dicapai dengan jalan tol.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Jawa Barat akan rampung pada 2018.

    Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Barat, Presiden Joko Widodo, Kamis (17 Maret 2016), melakukan peninjauan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), tepatnya di Km. 10+350, di Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

    Jalan Tol Cisumdawu ini, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016, merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan meningkatkan kapasitas jaringan jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah di Kota Bandung dengan wilayah-wilayah di sekitar Kota Cirebon.

    "Dari Cileunyi menuju Dawuan, di dekat nanti Bandara Kertajati, panjangnya 60 km, Insya Allah akan kita selesaikan nanti pada 2018," kata Presiden.

    Pembangunan jalan bebas hambatan Cisumdawu dibagi dalam enam seksi, dan dikerjakan oleh gabungan BUMN dan swasta dikarenakan medan yang berat.

    "Memang di sini kalau kita lihat medannya sangat berat, tanahnya labil, naik turun, dan juga harus membuat terowongan 472 meter," ujar Presiden.

    Setelah selesai nanti, diharapkan tol ini dapat mengurangi kemacetan di Jalan Tanjungsari dan Cadas Pangeran dan dapat meningkatkan produktivitas di wilayah-wilayah sekitarnya.

    Selain itu juga diperkirakan dapat meningkatkan akses pasar regional dan internasional, karena tol ini dibangun sebagai pendukung rencana Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

    Jalan tol yang memiliki total panjang 61,675 km ini membutuhkan lahan sebanyak 1.134,64 ha.

    Sampai saat ini, untuk Seksi II, yang memiliki panjang 17,05 km, progres pembebasan lahan sudah mencapai 90,9 persen.

    Sedangkan progres pembangunan fisik, untuk fase I sudah mencapai 82,093 persen.

    Saat melakukan peninjauan, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Sumarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Hediyanto Husaini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.