Marak Taksi Online, Blue Bird Klaim Siap Bersaing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi taksi Blue Bird melakukan konvoi melintasi salah satu ruas jalan di Pangkalpinang, Bangka Belitung, usai peluncuran, 18 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Pengemudi taksi Blue Bird melakukan konvoi melintasi salah satu ruas jalan di Pangkalpinang, Bangka Belitung, usai peluncuran, 18 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan jasa penyedia taksi Blue Bird menyatakan siap berkompetisi dengan pelayanan jasa serupa, dan menargetkan menjadi market leader dan ikon Indonesia.

    Komitmen tersebut akan direalisasikan dengan memberikan layanan berkualitas kepada seluruh pengguna jasa, memprioritaskanaspek safety yang tinggi, serta perhatian yang besar terhadap para pengemudi dan karyawan.

    Demikian disampaikan oleh  Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Purnomo Prawiro berkaitan dengan maraknya perkembangan moda transportasi darat berbasis aplikasi. "Dengan perkembangan dan kompetisi industri yang terjadi dewasa ini, Blue Bird siap berkompetisi dan pengalaman kami bertahun-tahun membuktikan bahwa perusahaan justru tumbuh signifikan ketika ada kompetitor baru. Namun demikian, tentu persaingan harus terjadi dalam iklim industri yang berada dalam kesetaraan regulasi (same level playing field),” ujar Purnomo dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Kamis (17 Maret 2016).

    Dia mengatakan beberapa inovasi yang perusahaan terapkan antaralan untuk mempermudah pelanggan, Blue Bird mengembangkan pemesanan taksi melalui mobile app pada tahun 2011 di sistemBlackberry. Saat ini, aplikasi bernama My Blue Bird ini jugatersedia di berbagai platform seperti Android dan iOS.Tentunya, aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai denganteknologi dan kebutuhan pelanggan.

    Menurutnya, pengembangan Blue Bird sendiri cukup signifikan, dimana bermula hanya dengan dua armada untuk mendukung operasional bisnisnya, kini Blue Bird  memiliki 15 anak perusahaan serta mengelola sekitar 35,000 armada dan sekitar lebih dari 40,000 pengemudi dan staf di hampir 20 kota di Indonesia seperti Jadetabek, Cilegon, Medan, Manado, Bandung, Palembang, Padang, Pangkalpinang, Batam, Bali, Lombok, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Makassar, Balikpapan, Solo dan Yogyakarta.

    "Blue Bird beroperasi dengan komitmen untuk memberikan pelayanan transportasi darat yang aman, andal dan nyaman dengan menyediakan kemudahan akses bagi para pelanggan melalui jaringan distribusi ekstensif yang mencakup 75 pooldan lebih dari 590 titik penjemputan eksklusif di hotel, mal, pusat perbelanjaan, dan lokasi lainnya di seluruh Indonesia," tambahnya.

    Sejalan dengan nilai-nilai perusahaan untuk menghadirkan product excellence, process excellence, dan people excellencebagi para pengguna jasa, katanya, Blue Bird meluncurkan taksi khusus bagi penumpang difabel “Blue Bird Lifecare Taxi“ dan layanan taksi reguler dengan jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) untuk mengakomodasi kapasitas penumpang dan barang yang lebih besar pada Agustus 2015 lalu.

    Kemudia, untuk memastikan terjaganya kualitas layanan, Blue Bird secara aktif melaksanakan program pelatihan dan pengembangan SDM bagi para pengemudi yang merupakan ujung tombak perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Program pelatihan tersebut tidak hanya dilakukan untuk memastikan para pengemudi memahami prinsip safety driving dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga untuk membekali mereka dengan kemampuan nok teknis yang dibutuhkan.

    Di samping itu, Blue Bird juga berkelanjutan melaksanakan berbagai program CSR, antara lain melalui program pemberian beasiswa kepada anak-anak pengemudi yang berprestasi, program pemberdayaan wanita melalui pelatihan skill bagi keluarga pengemudi, program Umrah bagi para pengemudi dan staf dengan kinerja terbaik serta program-program lain di bidang lingkungan hidup, budaya, dan sosial.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.