Pemerintah Dituntut Hati-hati Tetapkan Harga Baru BBM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pegawai perempuan menerima bayaran dari pelanggar yang telah mengisi bahan bakar  di pom bensin di Kairo, Mesir, 24 Februari 2016. Sebuah pom bensin di ibukota Mesir Kairo mempekerjakan wanita untuk bekerja yang biasanya dilakukan oleh laki-laki. REUTERS / Mohamed Abd El Ghany

    Seorang pegawai perempuan menerima bayaran dari pelanggar yang telah mengisi bahan bakar di pom bensin di Kairo, Mesir, 24 Februari 2016. Sebuah pom bensin di ibukota Mesir Kairo mempekerjakan wanita untuk bekerja yang biasanya dilakukan oleh laki-laki. REUTERS / Mohamed Abd El Ghany

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah harus berhati-hati dalam menetapkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar periode April-Juni 2016 mengingat kondisi harga minyak mentah dunia yang masih fluktuatif, kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean.

    Penetapan harga untuk periode April-Juni 2016 tentu akan menggunakan rata rata Mean of Plats Singapore (MOPS) periode 25 Januari-24 Maret 2016 dengan kondisi harga minyak dunia yang jatuh pada titik terendah, ujar Ferdinand dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, (16 Maret 2016)

    "Akibatnya harga jual BBM akan jauh di bawah dan ini tentu menempatkan pemerintah dan Pertamina dalam zona yang kurang baik. Pasalnya, tren harga minyak dunia sekarang justru sedang naik dibandingkan periode Januari-Februari," katanya.

    Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 39 Tahun 2014 menyebutkan perhitungan harga dasar BBM menggunakan rata-rata harga indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan kurs beli Bank Indonesia periode tanggal 25 hingga 24 bulan sebelumnya.

    Untuk harga BBM periode Januari-Maret 2016, formula yang digunakan adalah MOPS dan kurs rata-rata 25 September-24 Desember 2015. Hasilnya harga solar ditetapkan Rp5.650 per liter dan premium non Jawa-Madura-Bali (Jamali) Rp6.950 per liter untuk Jamali sebesar Rp7.050 per liter.

    Menurut Ferdinand, jika pemerintah menurunkan harga BBM sesuai dengan rata-rata MOPS periode Januari-Maret 2016, belum tentu penurunan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. "Pemerintah tidak punya instrumen di lapangan ketika harga BBM turun, maka harga-harga bahan pokok ikut turun, termasuk biaya angkutan," kata dia.

    Ia mengusulkan agar pemerintah mengubah kebijakan dan regulasi penetapan harga BBM. Ada dua opsi yang bisa dipilih, yaitu murni harga pasar atau sistem flat patokan harga BBM dengan penetapan batas atas dan batas bawah. Karena mekanisme harga pasar dilarang konstitusi, pilihan harus jatuh kepada harga flat patokan harga dengan batas atas dan batas bawah.

    Pengamat energi lainnya Komaidi Notonegoro yang juga Direktur Eksekutif Reforminer Institute, mengatakan formula harga BBM sudah diatur dalam Permen ESDM dan Kepmen ESDM. Tinggal kemudian, evaluasi dan penetapannya dilakukan bulanan, dua bulanan, atau tiga bulanan. "Prinsipnya harga saat ini adalah rata-rata dari sebelumnya berapapun itu periodenya," kata dia.

    Menurut Komaidi, untuk masyarakat dan dunia usaha tentu yang diharapkan adalah kepastian harga BBM. Untuk formula perhitungan harga tidak ada yang kaku, apalagi saat ini Indonesia sudah menjadi net importir dan tinggal menunggu waktu untuk menuju ke harga keekonomian.

    "Asal harga BBM wajar sesuai prinsip ekonomi sudah baik bagi semuanya. Untuk masyarakat yang belum berdaya beli perlu dicarikan solusinya, tetapi tidak harus terus mempertahankan rezim subsidi BBM karena tidak baik dalam jangka panjang," ungkap dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!