Pemerintah Genjot Infrastruktur Dongkrak Industri Keramik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah ubin lantai bermotif dan

    Sejumlah ubin lantai bermotif dan "Musik Surgawi" dari Goa Mogao dipamerkan dalam pameran "Dunhuang: Buddhist Art at the Gateway of the Silk Road," di China Institute, New York, Amerika Serikat, Selasa (24/4). AP/Richard Drew

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot pemerintah menjadi peluang bagi industri keramik dalam negeri untuk meningkatkan potensinya.

    Demikian disampaikan Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Harjanto saat membuka Pameran bahan material bangunan dan keramik, Keramika 2016 dan Megabuild Indonesia 2016 di Jakarta, Kamis.

    "Yang perlu dicermati bahwa ada pertimbangan yang perlu ditingkatkan, kita tahu untuk infrastruktur telah dianggarkan lima ribu triliun, ini bisa jadi peluang bagi industri dalam negeri khususnya keramik dan konstruksi," ujar Hardjanto.

    Harjanto menyampaikan, pemerintah akan mendorong kontinuitas pasokan gas untuk kebutuhan bahan baku produksi keramik, termasuk mengupayakan harga yang lebih terjangkau.

    "Pemerintah memastikan adanya sumber daya alam buat industri. Terkait harga (gas), mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diturunkan, ada penyesuaian dari harga energi," kata Harjanto.

    Sementara itu, Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga mengatakan, yang digelar di Jakarta Convention Center pada 17-20 Maret 2016 ini dinilai tepat untuk diselenggarakan meski di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit.

    "Memang agak berat tapi karena kita ingin maju, jadi kami anggap perlu untuk adakan pameran seperti ini untuk memperkenalkan produk terbaru dari industri keramik Indonesia," kata Elisa.

    Diketahui, selama 30 tahun terakhir, perkembangan industri keramik nasional menjadi salah satu industri unggulan dalam negeri dan prospek industri keramik nasional memiliki peluang cukup besar untuk jangka waktu yang cukup panjang.

    Hal itu seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat, terutama untuk jenis tile atau ubin karena didukung oleh pertumbuhan pembangunan baik properti maupun perumahan.

    Menurut data Kemenperin, pada 2014, industri keramik Indonesia memiliki kapasitas 1,8 juta m2/hari dan produksi 1,6 juta m2/hari.

    Hasil produksi 87 persen diserap pasar lokal dan 13 persen di ekspor, di mana nilai penjualan industri keramik mencapai Rp30 triliun dan diproyeksikan pada tahun 2015 mencapai Rp36 triliun.

    Saat ini, produsen keramik lantai dan dinding berjumlah 35 perusahaan dengan jumlah pabrik keseluruhan 95 unit.

    Secara keseluruhan industri keramik mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 200.000 orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...