Bank Mandiri Bidik KPR Manado Tumbuh 40% Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Fanny Octavianus

    ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk optimistis target penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di wilayah Manado mampu tumbuh sebesar 40 persen di tahun 2016.

    "Tahun 2016, Bank Mandiri Area Manado membidik pertumbuhan KPR dapat tumbuh sebesar 40 persen dibanding tahun 2015," kata Assistant Vice President Bank Mandiri Area Manado Iip Suitman di Manado, Kamis.

    Dia mengatakan target yang terbilang berani ini ditetapkan perseroan merujuk pertumbuhan KPR di Sulut yang masih cukup menjanjikan.

    "Tahun lalu (2015) Bank Mandiri Area Manado membukukan portofolio Rp1,2 triliun. Dengan target Rp1,7 triliun tahun ini kami optimis dapat tercapai. Tentu dengan menetapkan sejumlah strategi memenangkan pasar," katanya.

    Menurutnya, prospek KPR di tahun 2016 akan lebih baik di banding 2015 sejalan dengan kebutuhan akan hunian terus tumbuh dari tahun ke tahun.

    "Tak sekedar kredit perumahan saja, Bank Mandiri turut menawarkan kredit rumah toko (ruko), kondominium hingga apartemen," jelasnya.

    Hingga akhir 2015, Bank Mandiri Area Manado telah menggaet 48 developer perumahan baik di provinsi Sulawesi Utara maupun Gorontalo untuk menjalin kerjasama penyediaan rumah sesuai kebutuhan nasabah.

    Selama ini kebutuhan akan perumahan masih didominasi konsumen di Sulut, menyusul konsumen asal Gorontalo.

    "Sejumlah penawaran terbaik pun diberikan Bank Mandiri bagi calon debitur," jelasnya.

    Relationship Manager Business Property Bank Mandiri Area Manado, Nurjana Karim mengatakan bagi peminat KPR di Bank Mandiri, bisa memanfaatkan penawaran terbaik kali ini.

    "Kami menawarkan promo antara lain tingkat suku bunga 9 persen (fixed rate) untuk jangka waktu dua tahun. Selanjutnya ada juga penawaran dengan bunga 9,25 persen (fixed rate) untuk jangka waktu tiga tahun dan bunga 9,75 persen untuk lima tahun," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.