Ini Poin-poin Kesepakatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berfoto dengan miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. AP/Dita Alangkara

    Warga berfoto dengan miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini diresmikan oleh Presiden Jokowi. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Cepat Indonesia-Cina akhirnya menandatangani kesepakatan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, kemarin, Rabu, 16 Maret 2016. Konsorsium badan usaha milik negara Indonesia dan Cina itu menyetujui poin-poin yang diusulkan Kementerian Perhubungan.

    Dengan demikian, perdebatan konsesi proyek kereta cepat antara Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Cepat Indonesia-Cina berakhir dengan ditandatanganinya perjanjian itu. 

    Berikut ini sejumlah klausul konsesi yang disepakati kedua pihak. 

    Masa Konsesi
    Masa konsesi 50 tahun sejak 31 Mei 2019 dan tidak dapat diperpanjang, kecuali dalam keadaan kahar. 

    Pembangunan 
    Pembangunan prasarana kereta cepat paling lama tiga tahun, terhitung sejak izin pembangunan prasarana dikeluarkan. 

    Penyerahan Aset 
    Pada akhir masa konsesi, semua prasarana perkeretaapian, termasuk tanah yang dimiliki, diserahkan kepada pemerintah dalam kondisi laik operasi dan bebas dari jaminan pihak ketiga. 

    Pendanaan
    Proyek didanai oleh pihak ketiga dan hak penyelenggaraan dijadikan jaminan. 

    Peraturan 
    Perjanjian konsesi tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

    Perselisihan
    Penyelesaian perselisihan akan dilakukan melalui Singapore International Arbitration Centre.

    Profil Proyek 

    Nilai investasi: US$ 5,135 miliar (Rp 68,13 triliun) 
    Panjang rel: 142,3 kilometer
    Stasiun: Halim, Jakarta Timur; Walini, Bandung Barat; Karawang, Jawa Barat; dan Tegalluar, Jawa Barat. 
    Luas lahan yang dibebaskan: 650 hektare
    Mulai beroperasi: 31 Mei 2019
    Pelaksana: PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (konsorsium BUMN Indonesia dan Cina)
    Kecepatan maksimum: 300 kilometer per jam
    Tarif: Rp 200 ribu per orang 
    Target penumpang (tahun pertama): 28 ribu orang per hari 

    DEVY ERNIS | EFRI R 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!