Soal Konsesi Kereta Cepat, Ridwan Kamil Mengapresiasi Jonan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Presiden Jokowi meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengapresiasi keputusan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memberikan izin konsesi terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang sudah selesai dirumuskan.

    "Saya menghargai prosesnya karena, bagaimanapun, semua urusan harus ada prosedur administrasi yang baik. Kalau ternyata Pak Jonan sudah mengeluarkan, kami sambut baik supaya bisa mempercepat target," kata Ridwan Kamil di rumah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Rabu, 16 Maret 2016.

    Ridwan Kamil mengatakan keputusan Jonan menunjukkan reaksi yang cepat untuk kepentingan bersama dengan tetap memperhatikan prosedur hukum. Ini menunjukkan pembangunan bisa berjalan dengan cepat sesuai dengan prosedur hukum. "Ada cepat tapi tidak sesuai koridor hukum, ada lambat tapi sesuai koridor hukum. Yang baik itu cepat tapi sesuai koridor hukum," ujarnya.

    Baca Juga: PT KCIC Belum Siap, Perjanjian Konsesi Kereta Cepat Ditunda  

    Ridwan Kamil menyatakan tidak keberatan pengoperasian kereta cepat akan dilakukan pada 2019. Selain itu, pria yang akrab disapa Emil ini berharap pembangunan light rail transit (LRT) yang akan mengkoneksikan stasiun kereta cepat di Tegalluar dengan Kota Bandung bisa sekaligus dilakukan.

    "Itu kan proyek nasional, beres-tidaknya kita ikuti. Kalau LRT, perpres-nya lagi dibahas," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.