Jalan Tol Cipali Tawarkan Diskon 30 Persen untuk Truk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan mengular di KM 181 Tol Cipali di ruas Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 24 Desember 2015. Sejumlah kendaraan memenuhi ruas tol Cipali karena hendak berlibur saat libur Natal dan tahun baru. TEMPO/Prima Mulia

    Antrean kendaraan mengular di KM 181 Tol Cipali di ruas Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 24 Desember 2015. Sejumlah kendaraan memenuhi ruas tol Cipali karena hendak berlibur saat libur Natal dan tahun baru. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Pengelola jalan tol Cikopo-Palimanan, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), menawarkan diskon tarif hingga 30 persen buat kendaraan golongan II-V atau truk. Diskon berlaku mulai April 2016 untuk mendukung pertumbuhan bisnis logistik.

    “Semoga ikut mendorong peningkatan arus logistik antardaerah," kata Wakil Direktur Utama LMS Hudaya Aryanto dalam siaran tertulis, Rabu, 16 Maret 2016.

    Selain diskon, Hudaya menawarkan kerja sama strategis kepada pengusaha logistik dan truk untuk optimalisasi manfaat jalan tol Cipali. Perusahaan logistik disebut bisa mendapat sejumlah keuntungan dari kerja sama tersebut. 

    Menurut Hudaya, jalan tol Cipali memangkas jarak tempuh hingga 40 kilometer. Waktu tempuh kendaraan bila lewat Cipali disebut lebih lekas hingga 2 jam dibanding melalui jalur Pantai Utara Jawa. 

    “Ini berdampak positif pada peningkatan produktivitas dan optimalisasi bisnis para pengusaha truk,” ujarnya.

    Jalan tol Cipali sepanjang 116,75 kilometer diresmikan Presiden Joko Widodo pada Juni 2015 dan merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia. Cipali merupakan kelanjutan dari jalan tol Jakarta-Cikampek dan menjadi bagian dari rencana besar jaringan tol Trans-Jawa yang menghubungkan Merak, Banten, hingga Banyuwangi, Jawa Timur.  

    DESTRIANITA K


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.