Meski Mahal, Ikan Asap Khas Pelalawan Sangat Digemari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menu Ikan Terbang Asap, di kawasan Wisata Kuliner Somba, Majene, Sulawesi Barat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menu Ikan Terbang Asap, di kawasan Wisata Kuliner Somba, Majene, Sulawesi Barat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, memiliki kuliner khas berupa ikan asap yang harganya cukup mahal. Meski demikian, karena keunikan rasanya, ikan asap tetap digemari masyarakat.

    "Pelanggannya juga banyak dari luar kota. Adapun pembeli dari Medan lebih suka membeli ikan asap jenis gabus. Sebenarnya semua jenis ikan asap ini enak rasanya, tapi bergantung pada selera orang untuk memasak," ucap penjual ikan asap, Fitria, 29 tahun, di Pangkalan Kerinci, Selasa, 16 Maret 2016.

    Fitria mengatakan harga ikan asap cukup mahal, karena 1 kilogramnya dibanderol Rp 200-250 ribu. Harga ikan asap makin mahal saat tahun baru atau hari raya. "Kalau tahun baru kemarin, harganya sampai Rp 300 ribu di Pekanbaru. Kalau di sini, harganya Rp 270 ribu per kilogram. Namun, jika musim banjir datang, harga bisa turun," ujarnya.

    Menurut Fitria, harga ikan asap dipengaruhi harga ikan basah sebagai bahan bakunya. Jika ikan basah di pasar mahal, harga ikan asap pun mahal. Begitu pula sebaliknya. "Penurunan harganya tidak terlalu besar. Mungkin hanya selisih Rp 10-20 ribu," tuturnya. Jenis ikan yang paling banyak digunakan adalah baung dan selais.

    Selain itu, tutur Fitria, untuk membuat 1 kilogram ikan asap membutuhkan 5-6 kilogram ikan basah ukuran sedang. "Banyak berkurang bobotnya karena menyusut. Kalau ikan basah ukuran kecil, lebih banyak lagi yang dibutuhkan," katanya.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.