Analis: IHSG Rawan Terkoreksi Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Tempo/Panca Syurkani

    Monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis dari First Asia Capital, David Sutyanto, memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Rabu, 16 Maret 2016.

    David memperkirakan koreksi bersifat temporer. IHSG akan bergerak di support 4.810 dan resisten di 4.875.

    "Koreksi lebih sebagai aksi ambil untung pemodal jangka pendek," kata David dalam siaran pers, Rabu ini.

    Menurut David, koreksi IHSG dipicu koreksi di sejumlah saham berbasiskan komoditas seiring pelemahan harga minyak dan sejumlah komoditas lain. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut menahan animo beli pelaku pasar.

    IHSG gagal melanjutkan penguatannya pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup melemah 0,57 persen atau 27,750 poin di level 4.849,781. Perdagangan didominasi aksi ambil untung karena memburuknya pasar saham kawasan Asia di tengah penantian pasar atas hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) pertengahan pekan ini.

    Indeks MSCI Asia Pacific koreksi 0,8 persen kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melemah 0,8 persen di posisi Rp 13.164, terimbas pelemahan mata uang emerging market menjelang pertemuan FOMC pekan ini dan koreksi di sejumlah harga komoditas.

    Sedangkan Wall Street bergerak bervariasi, dan bursa saham Eropa terkoreksi. Indeks Eurostoxx di kawasan tersebut terkoreksi 0,8 persen di posisi 3.067,21. Koreksi terutama dipicu saham-saham sektor energi dan pertambangan menyusul koreksi harga sejumlah komoditas.

    Di Wall Street, Indeks DJIA ditutup menguat tipis 0,13 persen di angka 17.251,53. Indeks S&P dan Nasdaq masing-masing terkoreksi 0,18 persen dan 0,45 persen tutup di posisi 2.015,93 dan 4.728,67. Harga minyak mentah tadi malam terkoreksi 2,26 persen di angka US$ 36,34 per barel.

    Koreksi pasar saham global tadi malam dipicu oleh koreksi harga sejumlah komoditas setelah mengalami rally sebulan terakhir. Pasar juga tengah menanti FOMC Meeting yang berlangsung Rabu-Kamis ini waktu setempat. The Fed kemungkinan besar menahan tingkat bunga FFR pada level 0,5 persen dalam pertemuan Maret ini.

    VINDRY FLORENTIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.