Beli Gabah Petani, Gudang Bulog di Jawa Tengah Buka 24 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani membawa gabah dengan sepeda motor di kawasan persawahan yang mengering di Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Petani menyatakan hanya bisa memanen satu ton per hektar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Seorang petani membawa gabah dengan sepeda motor di kawasan persawahan yang mengering di Cibarusah, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Petani menyatakan hanya bisa memanen satu ton per hektar. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Semarang - Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah mentargetkan bisa menyerap gabah milik petani tahun ini sebanyak 615 ribu ton. Penyerapan ini untuk menstabilkan harga gabah tidak anjlok. Untuk rencana tersebut, Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Tengah Usep Karyana mengatakan gudang Bulog akan dibuka pada hari Sabtu dan Minggu. “Kami buka gudang selama 24 jam,” kata Usep Karyana Selasa, 15 Maret 2016.

    Usep mengatakan target penyerapan tahun ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 505 ribu ton. Tahun lalu, Bulog hanya mampu mencapai penyerapan 87 persen dari yang ditargetkan.  Sesuai ketentuan inpres RI Nomor 5 Tahun 2015 disebutkan harga beras medium di gudang Bulog Rp 7.300, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 3.700 per kilogram, dan harga gabah kering giling (GKG) di gudang Bulog Rp 4.650. Harga tersebut harus sesuai dengan spesifikasi gabah yang sudah ditentukan, yakni harga gabah kering panen dengan kadar air 25 persen dan gabah kering giling dengan kadar air 14 persen di penggilingan.

    Usep menyatakan dalam prakteknya memang ada gabah yang dihargai dibawah harga pembelian pemerintah. Hal itu disebabkan karena kualitas gabah tidak sesuai dengan ketentuan, terutama kadar airnya. Menurut Usep, jika ada gabah dengan kadar air diatas 25 persen karena akibat curah hujan tinggi maka bisa dihargai Rp 3.500 per kilogram. Ada pula, gabah milik petani yang dihargai Rp 3.300 per kilogram. “Ada harga ada rupa,” kata Usep.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada warga untuk melapor bila Bulog tak membeli gabah petani. “Tapi, Bulog baru membeli gabah petani jika harganya memang dibawah HPP,” kata Ganjar. Aisyah, seorang petani di Randublatung, Kabupaten Blora menyatakan saat ini harga gabah turun dibandingkan beberapa waktu lalu. “Karena sudah musim panen, stok banyak,” kata Aisyah. Beberapa waktu lalu, kata dia, harga gabah hasil panen petani di sawah dihargai Rp 3.400 per kilogram. Tapi turun menjadi Rp 3.200 per kilogram dan saat ini menjadi Rp 2.900 per kilogram.

    Aisyah menyatakan biasanya di awal-awal panen harga masih bagus. Tapi pada saat puncak panen harga menurun. “Selain itu, kualitas gabahnya kadang tidak bagus. Ada yang padinya roboh dan kena banjir sehingga harganya turun,” kata Aisyah. Aisyah mengecek ke beberapa kecamatan lain di Blora. Kata dia, harga gabah di masing-masing kecamatan berbeda-beda. Ada yang masih mencapai diatas Rp 3.000 per kilogram tapi ada yang hanya Rp 2.700 per kilogram. Aisyah menyatakan penentu harga gabah di daerahnya adalah para tengkulak. Bulog tidak membeli gabah secara langsung ke petani. “Akibatnya, penentu harga gabah ditentukan mekanisme pasar,” katanya.

    ROFIUDDIN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...