Pasokan Berkurang, Harga Cabai dan Bawang Meroket di Yogya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cabai merah. TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi cabai merah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga cabai, bawang merah, dan bawang putih melejit karena pasokan komoditas ini berkurang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gangguan musim membuat stok komoditas itu berkurang drastis.

    Di pasar Prawirotaman Yogyakarta harga cabai rawit dan cabai merah keriting mencapai Rp 60 ribu dan Rp 48 ribu per kilogram. Cabai rawit dua pekan lalu dijual Rp 25-30 ribu per kilogram. Sedangkan, harga bawang merah per kilogram Rp 34 ribu dan Rp 35 ribu untuk bawang putih.

    Salah satu pedagang di Pasar Prawirotaman, Nuning, mengatakan pasokan komoditas itu berkurang sejak dua pekan lalu. Gangguan cuaca membuat pasokan komoditas di tingkat petani berkurang. “Sehari saya hanya bisa menjual lima kilogram cabai maupun bawang. Sekarang sulit mendapatkannya,” katanya, Selasa, 15 Maret 2016.

    Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Arofa Nur Indriani, mengatakan hasil pantauan petugas menunjukkan harga cabai merah besar di Pasar Beringharjo Rp 59 ribu per kilogram. Petugas memantau lonjakan harga itu pada 14 Maret 2016. Sedangkan, harga cabai rawit dan bawang merah masing-masing Rp 47 ribu dan Rp 37 ribu per kilogram.

    Menurut Arofa, persediaan komoditas cabai dan bawang merah berkurang akibat gangguan cuaca. Sejumlah petani gagal memanen cabai merah besar yang sangat peka terhadap gangguan iklim.

    Bunga cabai yang gagal tumbuh ini secara otomatis memicu penurunan pasokan komoditas yang 75 persen di antaranya dikirim ke Jakarta dan Bandung. Sedangkan, cabai rawit untuk memenuhi kebutuhan Yogyakarta sebanyak 25 persen dari ketersediaan. Hal ini juga berlaku untuk cabai rawit yang banyak digemari konsumen dari Sumatera dan Jakarta.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?