Kabut Asap dari Kebakaran Hutan Mulai Selimuti Riau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru berusaha memadamkan bara api saat kebakaran di lahan gambut di Pekanbaru, Riau, 13 Maret 2016. Untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan kabut asap, Satgas Karlahut Propinsi Riau terus melakukan upaya pemadaman. ANTARA/Rony Muharrman

    Petugas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru berusaha memadamkan bara api saat kebakaran di lahan gambut di Pekanbaru, Riau, 13 Maret 2016. Untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan kabut asap, Satgas Karlahut Propinsi Riau terus melakukan upaya pemadaman. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.COJakarta - Kabut asap tipis mulai menyelimuti Kota Bengkalis, Provinsi Riau, Selasa, 15 Maret 2016, yang merupakan dampak kebakaran lahan dan hutan di beberapa kecamatan di daerah itu.

    "Meskipun kabut asapnya masih tergolong tipis, hal ini tentu membuat kami khawatir, terlebih hampir sebulan ini tidak ada hujan," kata warga Jalan Pramuka, Fatimah, di Bengkalis, Selasa ini.

    Menurut dia, kabut asap tipis yang menyelimuti Bengkalis saat ini berpotensi besar menjadi tebal seperti tahun sebelumnya, yang banyak menyebabkan berbagai penyakit.

    Rudi, yang kesehariannya berdagang jus dan miso di Taman Andam Dewi di pertengahan Kota Bengkalis, juga khawatir akan timbulnya kabut asap yang mulai menyelimuti Bengkalis.

    "Sekitar dua hari yang lalu kabut asap tipis seperti ini sudah menyelimuti Kota Bengkalis, terlebih lagi di saat pagi dan malam hari, itu jelas sekali kabut asapnya," tuturnya.

    Ia mengatakan kabut asap tipis yang terjadi saat ini merupakan dampak kebakaran lahan dan hutan di beberapa titik di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bantan dan Bengkalis.

    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkalis Suiswantoro menyebutkan saat ini kebakaran yang terjadi di Kecamatan Bantan di Desa Muntai itu belum sepenuhnya bisa dipadamkan.

    "Saat ini, tim pemadam kebakaran sedang bersinergi melakukan pemadaman bersama masyarakat peduli api. Api sulit dipadamkan karena, selain tanah gambut yang terbakar, air sulit didapat. Lokasi kebakaran juga jauh dari jalan yang bisa dijangkau mobil pemadam kebakaran," ujarnya.

    Ia berharap masyarakat Bengkalis tidak membersihkan lahan dengan cara membakar saat musim panas dan angin kencang, seperti saat ini, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kebakaran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.