Ketua OJK: Hanya 21,84 Persen Penduduk Melek Keuangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ketua OJK Muliaman Hadad menghadiri acara Indonesia Banking Award 2015 di Hotel Kempinsky, Jakarta, 17 September 2015. Juri Indonesia Banking Award 2015 memilih 64 dari 119 bank yang dianggap memiliki kinerja terbaik sepanjang 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    ketua OJK Muliaman Hadad menghadiri acara Indonesia Banking Award 2015 di Hotel Kempinsky, Jakarta, 17 September 2015. Juri Indonesia Banking Award 2015 memilih 64 dari 119 bank yang dianggap memiliki kinerja terbaik sepanjang 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad mengatakan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Kondisi ini membuat tingkat penggunaan layanan keuangan formal pun menjadi rendah.

    Berdasarkan survei yang dilakukan OJK pada 2013, kata Muliaman, hanya 21,84 persen dari masyarakat Indonesia yang berumur di atas 17 tahun telah melek keuangan. "Tingkat penggunaan layanan keuangan formal pun hanya 59,74 persen," katanya, saat peluncuran Pusat Pengembangan Keuangan Mikro dan Inklusi (OJK Proksi), di hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa, 15 Maret 2016.

    Rendahnya literasi keuangan itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Muliaman mengatakan survei Bank Dunia pada 2014 menunjukkan sekitar 38 persen atau dua miliar orang dewasa berumur di atas 15 tahun di dunia tidak memiliki akses terhadap jasa keuangan formal.

    Sebagian besar adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan riset ini, enam persen dari jumlah orang dewasa tersebut ada di Indonesia atau berada di peringkat ketiga terbesar di dunia setelah India 21 persen dan Cina 12 persen.

    Kondisi itu, kata Muliaman, kurang menguntungkan bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab, tingkat kesejahteraan suatu masyarakat sejalan dengan tingkat melek keuangan dan kedekatan masyarakat terhadap akses keuangan.

    "Karena itu, kebutuhan pengembangan keuangan mikro dan program financial inclusion yang lebih efektif dan efisien, sangat besar," ujarnya. 

    Muliaman mengharapkan melalui OJK Proksi dapat lahir pemikiran-pemikiran yang akan meningkatkan peran keuangan mikro dan inklusi keuangan. OJK Proksi diharapkan akan mengembangkan pengetahuan dan menyediakan terobosan-terobosan model bisnis di bidang keuangan mikro dan inklusi keuangan.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!