Perusahaan Asuransi Ini Fokus Garap Kelas Menengah Atas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka), President Director PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja, Vice President Director PT AIA Financial Suhendra Menon, Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Cigna Christine Setiabudi, Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Darmadi Sutanto, Executive Vice President, Product Management BNI Dyah Hindraswarini dan Chief Executive Officer (CEO) BNI Life Junaedy Ghanie usai penandatanganan kerjasama dengan empat perusahaan asuransi di Jakarta, Rabu (11/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    (ki-ka), President Director PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja, Vice President Director PT AIA Financial Suhendra Menon, Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Cigna Christine Setiabudi, Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Darmadi Sutanto, Executive Vice President, Product Management BNI Dyah Hindraswarini dan Chief Executive Officer (CEO) BNI Life Junaedy Ghanie usai penandatanganan kerjasama dengan empat perusahaan asuransi di Jakarta, Rabu (11/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Zurich Topas Life optimistis mampu membukukan kinerja maksimal dengan tetap berfokus pada segmen kelas menengah atas di tengah masa pemulihan ekonomi pada tahun ini.

    Presiden Direktur PT Zurich Topas Life Peter Huber mengungkapkan fokus kinerja itu ditetapkan kendati sejumlah perusahaan asuransi jiwa mulai terlihat agresif menggarap pasar ritel guna menyiasati tekanan pertumbuhan ekonomi tahun ini.

    Dia mengatakan kelas menengah atas Indonesia yang belum tergarap masih sangat besar. Padahal, segmen masyarakat tersebut memiliki dana menganggur dan relatif sudah melek keuangan sehingga mencari referensi untuk produk yang sesuai dengan kebutuhannya.

    “Kelas menengah atas Indonesia sebetulnya sangat antusias mengikuti perkembangan dunia asuransi. Pertumbuhan segmen ini juga sangat menjanjikan," ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (14 Maret 2016).

    Peter mengatakan segmen masyarakat tersebut hanya membutuhkan lebih banyak referensi dan produk yang sesuai dengan kebutuhannya.

    Chief Marketing Officer Zurich Heru Gunadi mengatakan pangsa pasar asuransi di Indonesia masih sangat besar. Dengan strategi dan pemasaran yang tepat, dia yakin perseroan tetap akan membukukan kenaikan premi.

    Dia mencontohkan salah satu produknya, MahaCita Protection, yang fokus menyasar pasar menengah atas. Setelah dua bulan dirilis, perseroan telah menggaet lebih dari 2.000 nasabah.

    Heru meyakini hingga akhir 2016 kontribusi MahaCita Protection bisa tumbuh dari posisi tahun lalu 30% menjadi 60% tahun ini dari pendapatan premi Zurich.

    Kontribusi pendapatan premi produk tersebut terutama berasal dari Kota Surabaya, yakni mencapai 16% dari total pendapatan. Menyusul DKI Jakarta dengan kontribusi 20%-25% terhadap total penjualan.

    “Segmen kelas menengah membutuhkan produk yang fokus pada pendidikan anak, kebutuhan saat pensiun, warisan, gaya hidup, sekaligus investasi. Ini yang kemudian kita garap dengan membuat produk yang menyesuaikan dengan kebutuhkan mereka,” katanya.

    Menurut Heru, untuk menggarap potensi pasar yang besar itu pihaknya mengandalkan pemasaran produknya melalui 20.000 agen. Dari jumlah tersebut, ujarnya, 100 agen yang dikenal dengan Zurich 100 merupakan agen pilihan yang dibekali pelatihan khusus.

    “Banyak perusahaan yang membidik segmen ini, tetapi masyarakat kelas menengah atas ini adalah masyarakat yang berpendidikan. Mereka memiliki uang dan mudah membeli, sehingga layanan after salesnya yang harus benar-benar dipikirkan dengan baik,” tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.