Harga Cabai Mulai Mencekik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli memilih cabai merah di salah satu kios Pasar Pagi, Tegal, Jawa Tengah, 16 Desember 2015. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016 harga cabai mengalami lonjakan. Cabai rawit merah dari Rp12 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, cabai merah keriting dari Rp18 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, dan cabai rawit hijau dari Rp22ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Pembeli memilih cabai merah di salah satu kios Pasar Pagi, Tegal, Jawa Tengah, 16 Desember 2015. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016 harga cabai mengalami lonjakan. Cabai rawit merah dari Rp12 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, cabai merah keriting dari Rp18 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, dan cabai rawit hijau dari Rp22ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penurunan pasokan membuat harga cabai di pasar induk Kota Kediri menembus Rp40.000 per kg, naik Rp10.000 dalam sepekan, yang memicu kenaikan di tingkat eceran.

    Di Pasar Grosir Buah dan Sayuran Ngronggo, harga cabai rawit berkisar Rp40.000-Rp43.000 per kg, sedangkan cabai merah keriting Rp42.000-Rp45.000 per kg, berdasarkan pantauan Senin (14 Maret 2016).

    Lonjakan harga cabai rawit terjadi dalam sepekan ini dari semula Rp25.000-Rp30.000 per kg.

    Sementara itu, harga cabai merah keriting tiga pekan lalu masih berkisar Rp35.000 per kg.

    Pasar Grosir Ngronggo selama ini menjadi pasar induk buah dan sayuran asal beberapa kabupaten di sekitar Kota Kediri, seperti bawang merah dari Nganjuk, cabai dari Kabupaten Kediri dan Blitar, serta nanas dari Kabupaten Kediri.

    Karena memasok tak hanya ke seluruh Jawa Timur, tetapi juga ke luar provinsi, keberadaan pasar induk ini ikut menentukan naik-turun harga buah dan sayur di Tanah Air.

    "Saya biasanya dapat barang satu ton sehari, sekarang hanya tujuh kuintal," ungkap Munip, pedagang besar cabai rawit di pasar itu.

    Dari petani di Kecamatan Pagu, dia membeli Rp38.000 per kg dari biasanya di bawah Rp20.000 per kg.

    Pagu merupakan satu dari lima kecamatan di lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, yang menjadi sentra penghasil cabai.

    Empat kecamatan lainnya adalah Ngancar, Plosoklaten, Kepung, dan Puncu.

    Akibat kenaikan harga, volume penjualan pedagang menurun.

    "Pedagang eceran biasanya beli lebih dari 5 kg, sekarang paling 1-2 kg," ungkap Ria, pedagang cabai merah asal Blitar.

    Di sisi lain, Suharyanto, mengatakan permintaan dari luar Jawa Timur sejauh ini masih normal meskipun harga naik.

    Pedagang besar asal Ngancar itu selama ini memasok 1-2 ton per hari cabai rawit ke Jakarta dan beberapa kota di Kalimantan.

    Sehari sebelumnya, harga cabai merah di tingkat eceran di Kota Tahu itu menyentuh Rp55.000 per kg, seperti terjadi di Pasar Bandar dan Pasar Ngronggo.

    Saking terbatasnya pasokan, pedagang menjual cabai layu dan setengah busuk.

    Sementara itu, menurut Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim, serangan kutu aphid memperparah produksi cabai merah di Kabupaten Kediri yang sudah menurun akibat tingginya curah hujan.

    Produksi tak hanya berkurang, tetapi kualitasnya pun memburuk karena gangguan hama itu membuat cabai menjadi kehitam-hitaman.

    "Serangan aphid kali ini di luar kebiasaan karena hama ini biasanya muncul saat musim kemarau," ujar Mudjiyo, Sekretaris AACI Jatim yang juga petani cabai di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi Kota Kediri Yety Sisworini belum dapat dimintai keterangan soal lonjakan harga cabai.

    "Saya koordinasi dulu dengan yang terkait masalah itu," katanya saat dihubungi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.