Indeks BEI Naik 20 Poin, Harga Minyak Jadi Pendorong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha didampingi istri Cynthia Riza mendapatkan penjelasan dari Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyabaini terkait pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha didampingi istri Cynthia Riza mendapatkan penjelasan dari Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyabaini terkait pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) usai membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 23 Februari 2016. TEMPO/Destrianita K

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik 20,57 poin menyusul menguatnya harga minyak mentah dunia yang juga berpengaruh positif terhadap saham-saham di bursa Asia.

    IHSG BEI ditutup naik 20,57 poin atau 0,43 persen menjadi 4.813,77, sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 4,30 poin (0,51 persen) menjadi 838,61.

    "Harga minyak mentah dunia yang bertahan di level 38,5 dolar AS per barel menjadi salah satu penopang bursa saham di kawasan Asia, termasuk indeks BEI," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Jumat, 11 Maret 2016.

    Ia menambahkan bahwa kondisi eksternal yang cukup positif itu menjadi salah satu pendorong bagi investor lokal untuk mengambil posisi beli setelah saham-saham sempat terkoreksi pada sesi pagi.

    Ia menambahkan bahwa kemungkinan Bank Indonesia kembali memangkas suku bunga acuan (BI rate) juga menambah sentimen positif di dalam negeri. Sedianya, Bank Indonesia akan menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan pada 16-17 Maret mendatang.

    Analis teknikal PT Daewoo Securities Indonesia, T Heldy Arifien, menambahkan bahwa secara technical harga saham juga sudah berada pada jenuh jual (oversold).

    "Faktor teknikal memberikan ruang bagi IHSG untuk bergerak dalam rentang 4.785-4.830 poin pada awal pekan depan (Senin, 14/3)," katanya.

    Sepanjang perdagangan hari ini tercatat mencapai frekuensi 271.303 kali, dengan jumlah saham diperdagangkan 3,79 miliar lembar senilai Rp5,16 triliun. Sebanyak 153 saham ditutup harganya naik, 150 saham melemah, dan 95 saham tetap.

    Di bursa regional, indeks Hang Seng bursa Hong Kong naik 212,97 poin (1,07 persen) ke level 20.197,39, dan indeks Nikkei bursa Tokyo menguat 212,97 poin (1,07 persen) ke level 16.938,87, Straits Times Singapura menguat 19,74 poin (0,70 persen) ke posisi 2.828,86.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.