5 Tahun Lagi Ekspor Mebel Ditargetkan Capai US$5 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengecat kayu bahan dasar pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, realisasi pertumbuhan produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan hanya bertumbuh 0,88% pada kuartal I/2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja mengecat kayu bahan dasar pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, realisasi pertumbuhan produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan hanya bertumbuh 0,88% pada kuartal I/2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah meminta industri furnitur terus melakukan inovasi agar bisa mengikuti selera konsumen global. "Masyarakat memilih furnitur karena fungsinya, selain juga menginginkan bentuk yang indah, enak dilihat dan nyaman, berarti membutuhkan desain," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat membuka Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2016 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jumat (11 Maret 2016).

    Menurut JK, geliat industri furnitur juga ditopang oleh para desainer muda dan ekspansi pelaku industri furnitur, yang berperan dalam menggairahkan pasar dan memanjakan konsumen dengan aneka pilihan furnitur dan menyerap tenaga kerja yang banyak.

    Menteri Perindustrian Saleh Husin mengemukakan tuntutan konsumen terhadap kualitas dan desain semakin kompleks.

    "Pengusaha industri furnitur dan para desainer dituntut meningkatkan mutu dan desain agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen di pasar global dan memenangkan kompetisi pasar," katanya.

    Nilai ekspor furnitur kayu dan rotan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2012 nilai ekspornya US$1,4 miliar, meningkat menjadi US$1,8 pada 2013 dan melonjak menjadi US$2,2 miliar pada 2014.

    "Tren positif ini mendorong optimisme tercapainya nilai ekspor furnitur kayu dan rotan olahan dalam lima tahun ke depan mencapai US$5 miliar," kata Saleh Husin.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.