Indosat Ooredoo Umumkan Kerjasama US$ 200 Juta dengan IBM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Indosar Ooredoo. indosatooredoo.com

    Logo Indosar Ooredoo. indosatooredoo.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Indosat Ooredoo bersama anak perusahaannya Lintasarta mengumumkan kerjasama strategis dengan IBM di bidang jasa teknologi informasi (Information Technology services). Kemitraan strategis ini menyasar korporasi di Indonesia sebagai pelanggan potensial.

    Pelanggan kedua perusahaan nantinya akan mendapat akses bersama untuk membangun solusi bagi pusat data yang dimilikinya. "Dalam kemitraan strategis berjangka lima tahun ini kami mengantisipasi nilai target sebesar US$ 200 juta," kata Presiden Direktur Indosat Ooredoo Alexander Rusli di Jakarta, Jumat 11 Maret 2015.

    Dalam kerjasama ini, kedua perusahaan akan berinvestasi serta membangun layanan IT, termasuk pemanfaatan layanan data Lintasarta, jaringan infrastruktur, tenaga penjualan dan basis pelanggan Indosat Ooredoo. Sementara IBM akan memberi dukungan pusat data, cloud, mobilitas, keamanan dan analisis data berskala internasional.

    Alexander menyatakan, kemitraan ini akan membawa manfaat bagi banyak perusahaan di Indonesia untuk menumbuhkan kapasitas teknologi informasinya. "Kami ingin membawa manfaat digital semaksimal mungkin bagi bisnis di Indonesia yang memiliki potensi pasar dengan pertumbuhan sangat pesat," ujarnya.

    Sementara Chief Executive Officer IBM Asia Pasific Randy Walker menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang ekonominya berkembang, penggunaan telepon pintar yang makin meluas di masyarakat akan membuka kesempatan bisnis yang luar biasa. "Kerjasama kami dengan Indosat Ooredoo dan Lintasarta akan membantu pelanggan mendapatkan fleksibilitas solusi pusat data dan cloud bagi bisnis mereka," ujarnya.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.