Kemendag: Produk Israel Masuk Indonesia Lewat Negara Ketiga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis melakukan demonstrasi memboykot produk Israel di supermarket Israel di Tepi Barat (24/10). REUTERS/Ammar Awad

    Sejumlah aktivis melakukan demonstrasi memboykot produk Israel di supermarket Israel di Tepi Barat (24/10). REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan produk-produk yang berasal dari Israel masuk ke Indonesia melalui negara ketiga. Namun dia tidak memiliki data negara ketiga mana saja yang menjual produk-produk tersebut ke Indonesia.

    "Agak sulit dideteksi. Kami cuma bisa tahu bahwa ini made in Israel," kata Iman saat ditemui seusai rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Maret 2016.

    Baca juga: Boikot Produk Israel, Ini Penjelasan Kementerian Luar Negeri

    Iman berujar, dia tidak memiliki data produk-produk apa saja yang berasal dari Israel. Menurut dia, ada beberapa produk mesin industri dari Israel yang beredar di Indonesia. "Saya juga lagi cek produk kosher," ujarnya. Produk kosher merupakan produk yang dianggap halal bagi orang Yahudi.

    Iman menyambut baik imbauan dari Presiden Joko Widodo untuk memboikot produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukannya, termasuk Palestina. Tapi dia menyarankan imbauan itu tidak dituangkan dalam bentuk kebijakan. "Sudah waktunya kita bersuara keras untuk Palestina," katanya.

    Dalam penutupan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Indonesia beberapa waktu lalu, Jokowi mengatakan OKI perlu meningkatkan tekanan terhadap Israel melalui sejumlah langkah konkret, salah satunya memboikot produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.