Microsoft Tawarkan Windows 10 untuk UMKM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Windows 10 pro. digitalrivercontent.net

    Windows 10 pro. digitalrivercontent.net

    TEMPO.COJakarta - Microsoft mulai menyasar segmen usaha mikro, kecil, dan Menengah di Indonesia. Salah satu produk yang ditawarkan oleh Microsoft adalah Windows 10 Pro, program komputer yang biasanya ditujukan kepada dunia enterprise besar.

    Windows Business Group Lead Microsoft Indonesia Linda Dwiyanti mengatakan ciri kebutuhan UMKM dalam bidang teknologi adalah perangkat yang mampu digunakan dalam beraneka kegiatan perusahaan. “Tentu mobilitas jadi hal penting dan juga durabilitas produk,” katanya di Hotel Novotel, Mangga Dua, Kamis, 10 Maret 2016.

    Linda mengatakan apa yang dimiliki Windows 10 diyakini tepat dengan kebutuhan mobilitas tinggi yang dilakukan pengusaha. Windows 10 memungkinkan sistem ini bekerja pada aneka produk komputer, baik komputer desktop, laptop, hingga tablet dan ponsel.

    Dengan kelebihan tersebut, Linda mengklaim data yang dibutuhkan penggunanya untuk bekerja dapat diakses dari mana pun dengan perangkat apa pun dengan sistem operasi Windows 10. Selain kemampuan untuk menyesuaikan mobilitas, daya tahan atas beragam kegiatan serta sisi entertainment atau hiburan juga menjadi kebutuhan para pengguna perangkat dari segmen UMKM.

    Karena itu, kata Linda, Microsoft bersama Original Equipment Manufacturer bekerja sama untuk menciptakan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan para pengusaha kecil tersebut. Ia menyampaikan, hingga saat ini, Windows 10 Microsoft telah tersedia dalam 90 ribu tipe perangkat di Indonesia.

    Microsoft juga berjanji, bersama OEM, akan terus melakukan penyesuaian dan kerja sama maksimal untuk memastikan ketepatan ketersediaan perangkat untuk pasar di Indonesia.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.