Lion Air Grup Terima Pesawat ATR ke-60 di Batam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 pada acara Ulang Tahun Lion Air ke-12 di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (8/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 pada acara Ulang Tahun Lion Air ke-12 di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (8/6). TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Batam - Lion Air Grup menerima kedatangan pesawat ATR 72-600 yang ke 60 di Bandara Hang Nadim, Batam. Pesawat tersebut merupakan pesawat jenis twin-turboprop yang memiliki kapasitas hingga 78 tempat duduk.

    Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait mengatakan pesawat tersebut bakal menempuh rute-rute regional ke wilayah terpencil. "Dengan adanya pesawat ini diharapkan dapat menjangkau ke daerah yang belum bisa moda transportasi lain," ujar Edward saat ditemui di Batam Aero Technic, Kamis, 10 Maret 2016.

    Pesawat yang didatangkan dari Perancis itu akan didistribusikan kepada maskapai di bawah naungan Lion Group, yaitu Wings Air. Edward mengatakan harga satu pesawat ATR 72-600 senilai US$ 19-22 juta.

    Hingga 2019, Lion Air Group telah memesan pesawat ATR secara keseluruhan mencapai 100 unit yang pengirimannya dilakukan secara bertahap. "Dengan bertambahnya armada kami, tentu akan semakin menunjang dan meningkatkan pelayanan operasional bagi maskapai kami yang menggunakan pesawat ATR," kata Edward.

    Lion Air Group hingga saat ini telah mengoperasikan pesawat ATR sebanyak 49 unit untuk Wings Air, dan Malindo Air sebanyak 11 unit. Edward mengatakan pemesanan 100 unit pesawat itu dilakukan seiring terus bertumbuhnya jumlah penumpang dan infrastruktur bandara yang terus berkembang.

    "Bandara yang di bangun di Indonesia terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tinggi," kata Edward.

    Lion Air Group merupakan sebuah perusahaan maskapai penerbangan yang menaungi maskapai Lion Air, Batik Air, Wings Air, dan Malindo Air yang berbasis di Malaysia, serta Thai Lion Air yang berbasis di Thailand. Wings Air merupakan maskapai yang didirikan yang salah satu tujuannya untuk mendukung sekaligus menjadi feeder bagi pengguna maskapai Lion Air dan Batik Air.

    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.