Menariknya Obligasi Pemerintah Sebagai Alternatif Investasi  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selain dapat dibeli di pasar perdana, obligasi juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder dengan menggunakan harga dalam bentuk persentase.

    Selain dapat dibeli di pasar perdana, obligasi juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder dengan menggunakan harga dalam bentuk persentase.

    INFO BISNIS - Secara umum definisi obligasi adalah surat berharga yang diterbitkan sebagai bukti tanda hutang kepada pemegang obligasi (investor), berjangka panjang ( > 1 th), diterbitkan atas unjuk, suku bunga fixed atau float. Perusahaan yang mengeluarkan obligasi biasa dikenal dengan istilah issuer, sedangkan istilah untuk pembeli obligasi adalah investor.

    Terdapat 2 (dua) jenis obligasi dilihat dari segi perhitungan imbal hasilnya, yakni obligasi konvensional dan obligasi syariah. Contoh obligasi konvensional yang dikenal oleh masyarakat antara lain ORI (Obligasi Reatil Indonesia) dan SUN (Surat Utang Negara).

    Untuk obligasi konvensional, bunga pinjaman yang harus dibayarkan issuer kepada investor disebut sebagai ‘kupon’. Pembayaran kupon dilakukan secara periodik atau dibayar dimuka (diskonto). Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan diawal, seperti per bulan, per tiga bulan (quarterly), atau per enam bulan (semi-annually), sampai dengan obligasi tersebut jatuh tempo.

    Selain dapat dibeli di pasar perdana saat obligasi tersebut diterbitkan, obligasi juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder dengan menggunakan harga dalam bentuk persentase. Obligasi pada pasar sekunder dapat dibeli pada 100 persen, di atas ataupun di bawah 100 persen. Sebagai contoh, pada awal diterbitkan Oktober 2015, harga Obligasi Ritel Indonesia (ORI) 012 adalah 100 persen. Tapi pada tanggal 8 Maret 2016 apabila nasabah ingin menjual ORI 012 ini harganya bisa di harga 103,15 persen sehingga investasi Obligasi menjadi sangat menjanjikan.

    Contoh lain adalah pada Maret 2016 kepemilikan asing terhadap Surat Utang Negara (SUN) Pemerintah Indonesia mencapai Rp 590,68 triliun atau sebesar 38,97 persen dari total keseluruhan outstanding SUN. Hal tersebut menggambarkan besarnya minat investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap SUN ini.

    Investasi pada SUN ini menarik selain dikarenakan adanya kepastian cashflow berupa kupon yang diterima secara periodik, investasi ini aman karena diterbitkan oleh pemerintah. Selain itu, instrumen SUN juga likuid dan dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, sehingga ada kemungkinan para investor mendapatkan capital gain dari perbedaan harga beli dan jualnya.

    Untuk kenyamanan dan keamanan dalam mengelola obligasinya, investor harus membuka rekening penyimpanan efek (kustodi) terlebih dahulu, sehingga untuk penyimpanan serta administrasi surat berharga dapat dilakukan dengan lebih baik. Tidak perlu khawatir, Bank Mandiri menyediakan layanan kustodi untuk memudahkan nasabah mengelola obligasi yang dimiliki.

    Sebagai salah satu primary dealer, Bank Mandiri memiliki komitmen untuk memenuhi kebutuhan nasabah atas Obligasi Pemerintah dengan memberikan harga dan layanan terbaik kepada nasabah.

    Informasi lebih lengkap dapat diperoleh dengan menghubungi dealing room Bank Mandiri terdekat.

    Investasi aman, mandiri saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.