Selandia Baru Bantu Dongkrak Produktivitas Sapi Perah RI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peternakan sapi perah. TEMPO/Prima Mulia

    Peternakan sapi perah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Selandia Baru memberikan bantuan senilai 7,6 juta dolar Selandia Baru guna meningkatkan produktivitas serta imbal hasil bagi peternak sapi perah di sejumlah daerah di Indonesia.

    "Kami mengapresiasi kemauan Selandia Baru untuk membantu peternak di Indonesia," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian dalam acara peluncuran program "Indonesia Dairy Excellence Activity" (IDEA) kantor Kementan, Jakarta, Kamis, 10 Maret 2016.

    Menurut dia, pemerintah menyadari bahwa beragam kelompok peternak membutuhkan peningkatan keahlian serta memberdayakan kemampuan peternak melalui "good farming practises" (praktik peternakan yang baik).

    Dirjen PKH juga mengingatkan bahwa selama ini, Selandia Baru dikenal sebagai importir susu terbesar dunia, dan Negeri Kiwi tersebut juga merupakan contoh nyata kesuksesan mengolah industrinya yang terkait dengan peternakan.

    "Hampir 50 persen komoditas Selandia Baru berasal dari sektor 'agriculture' yang diekspor ke negara-negara tetangga," tuturnya.

    Dia memaparkan, tahap pertama tahap pertama IDEA sudah dimulai pada periode Oktober 2015 dan dijadwalkan berlangsung hingga Januari 2017.

    Hal tersebut, lanjutnya, dengan kegiatan utama antara lain menetapkan 10 kelompok tani percontohan yang terdiri atas delapan kelompok di Jawa Tengah dan dua kelompok di Sumatera Barat.

    Dirjen PKH juga menyatakan bahwa pada tahun 2016, pihaknya telah menetapkan pula program pertenakan melalui pendekatan sentra peternakan rakyat (SPR). Dalam SPR, lanjutnya, merupakan pusat pertumbuhan komoditas peternakan sebagai media pengembangan di mana di dalamnya hanya satu populasi saja, misalnya, hanya sapi potong atau sapi perah.

    Dengan adanya bantuan kemitraan dari pemerintah Selandia Baru, maka dalam empat tahun diharapkan petani dapat membuat semacam badan usaha kolektif di SPR yang setiap SPR setidaknya ada 500 sapi produktif.

    "IDEA akan membantu Indonesia meningkatkan produktivitas susu dalam negeri," katanya dan menambahkan, saat ini RI mengimpor sekitar 77 persen kebutuhan susunya sehingga IDEA juga diharapkan dapat memacu produksi susu dalam negeri dan juga konsumsi susu.

    Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru untuk RI, Trevor Mattheson mengatakan, Indonesia merupakan aktor dan mitra kunci sehingga IDEA yang diperkirakan berlangsung delapan tahun membutuhkan komitmen dan fokus agar berjalan dengan lancar.

    "Program ini akan jadi kegiatan yang konstruktif dan diharapkan bisa memperkuat hubungan kedua negara," ujarnya.

    Dubes Selandia Baru juga mengungkapkan, anggaran untuk IDEA yang mencapai sampai hampir 8 juta dolar Selandia Baru guna meningkatkan imbal hasil bagi para peternak susu.

    Dengan demikian, lanjutnya, diharapkan target program ini bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu sehingga bisa meningkatkan pendapatan peternak.

    Sedangkan Penasehat Teknis Utama IDEA, Stewart Cairns mengatakan tantangan utama bagi para peternak sapi perah berskala kecil di Indonesia adalah kualitas susu dan akses terhadap pakan hijauan. "Kami berharap secara bertahap bisa meningkatkan produktivitas 50 persen, ini pernah saya lakukan di Pakistan," kata Stewart Cairns.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.