Analis: Dalam Jangka Panjang, Tren IHSG Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo memperkirakan tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat untuk jangka panjang, tetapi masih ada kemungkinan koreksi untuk jangka pendek.

    “Untuk jangka menengah masih bisa uji level 4.800, tapi untuk jangka pendek masih rawan koreksi ke level 4.725 hingga 4.745,” ujar Lucky ketika dihubungi pada Rabu, 9 Maret 2016.

    Menurut Lucky, pelemahan harga minyak menjadi sentimen negatif jangka pendek. Pada Jumat pekan  lalu harga minyak ditutup di posisi  US$38 per barel. “Itu angka tertinggi,” kata dia. Namun, harga itu terus turun pada Senin dan Selasa kemarin, yakni US$ 37 dan US$ 36 per barel.

    Berikutnya, kata Lucky, indeks global dan Asia mengalami penurunan tipis. Hal ini menggambarkan keraguan investor untuk jangka pendek. "Namun masih ada potensi untuk membalikkan arah harga minyak ke US$38 per barel."

    Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia Selasa 8 Maret 2016, IHSG  turun sebesar 20,53 poin seiring dengan pelaku pasar di dalam negeri yang melakukan aksi ambil untung. IHSG ditutup turun 20,53 poin atau 0,42 persen menjadi 4.811,04. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 4,03 poin (0,47 persen) menjadi 838,56.

    Adapun frekuensi saham di BEI tercatat mencapai 307.838 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 4,05 miliar lembar saham senilai Rp5,21 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 119 saham, turun 177 saham, dan yang bergerak stagnan atau tidak bergerak nilainya sebanyak 111 saham.

    Sementara itu, bursa regional, seperti indeks Hang Seng turun 148,14 poin (0,73 persen) ke level 20.011,58, dan indeks Nikkei melemah 128,17 poin (0,76 persen) ke level 16.783,15, Straits Times melemah 44,74 poin (1,58 persen) ke posisi 2.778,77.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.