Rupiah Menguat, Tak Ada Peningkatan Pembelian Dolar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Petugas money changer menghitung mata uang dolar. Rupiah semakin tertekan terhadap nilai tukar dolar Amerika Serikat, di level Rp14.060 per Dolar AS. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak nilai tukar rupiah menguat pada Senin lalu, belum terlihat adanya peningkatan pembelian dolar Amerika Serikat di sejumlah bank. Di Bank Mandiri, pembelian dolar tidak terjadi peningkatan karena sedang memasuki masa libur nasional.

    "Enggak (ada peningkatan), masih relatif sama seperti biasa, tidak ada pelonjakan," kata Corporate Secretary Mandiri Rohan Hafas saat dihubungi Tempo, Rabu, 9 Maret 2016.

    Menurut Rohan, hal ini bisa jadi karena hari libur nasional perayaan Nyepi. Selama hari libur nasional, transaksi dolar di Bank Mandiri memang cenderung lebih rendah dibanding hari-hari biasa. "Perusahaan yang impor barang atau semacamnya enggak perlu hari (libur) itu bayarnya kan," ucapnya.

    Baca Juga: Rupiah Bakal Terus Menguat

    Rohan menilai masyarakat belum mau memborong dolar karena menganggap nilai tukar mata uang itu masih belum terlalu menguntungkan bagi perdagangan. Masyarakat kemungkinan masih menunggu adanya pelemahan kembali nilai dolar terhadap rupiah.

    Rohan menyatakan Bank Mandiri tidak terlalu bersiap menghadapi pelonjakan pembelian dolar. Diprediksi belum akan ada peningkatan pembelian jika nilai tukar dolar masih seperti saat ini.

    Pada Senin lalu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat 47 poin menjadi Rp 13.084 dibanding sebelumnya di posisi Rp 13.131 per dolar Amerika. Pengamat menduga faktor pendorong utama dari kenaikan mata uang rupiah saat ini adalah meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, sehingga memicu arus modal asing masuk.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.